Coronavirus: Kenapa kamu harus bertindak sekarang

Politisi, pemimpin komunitas dan petinggi bisnis: Apa yang harus kamu lakukan dan kapan?

Artikel ini adalah translasi dari tulisan Tomas Pueyo yang sebelumnya disebarkan dengan judul Coronavirus: Why You Must Act Now (This article is a translation from Coronavirus: Why You Must Act Now written by Tomas Pueyo).

Kenapa saya ingin mentranslasikan artikel ini kedalam bahasa Indonesia? Karena saya paham di Indonesia masih banyak informasi yang simpang siur mengenai Coronavirus dan juga informasi yang sekiranya masih dalam bahasa Inggris sehingga bagi sebagian orang Indonesia ini adalah suatu masalah. Saya mencoba mentranslasikan serapi mungkin sehingga makna yang ingin disampaikan oleh penulis tidaklah hilang atau terjadinya mis-komunikasi.

Dengan segala kejadian yang terjadi mengenai Coronavirus, kamu mungkin akan sangat kesusahan untuk membuat suatu keputusan mengenai apa yang harus dilakukan hari ini. Apakah kamu harus menunggu informasi tambahan? melakukan sesuatu hari ini? apa?

Berikut adalah hal yang akan diulas di artikel ini, dengan banyak grafik, data dan model dari banyak sumber:

  • Berapa banyak kasus coronavirus yang akan terjadi di daerahmu?
  • Apa yang akan terjadi jika kejadian tersebut terjadi?
  • Apa yang harus kamu lakukan?
  • kapan?

Sewaktu kamu selesai membaca artikel ini, ini yang akan kamu pelajari:

Coronavirus akan datang menghampiri kamu.
Coronavirus datang dengan kecepatan eksponensial: secara berkala, dan tanpa adanya peringatan apapun
Ini masalah hari. Mungkin juga mingguan.
Sewaktu mereka datang, sistem sarana kesehatanmu akan kewalahan.
Sesama penduduk negaramu akan dirawat di lorong-lorong.
Pekerja kesehatan yang kelelahan akan hancur. Beberapa akan meninggal.
Pekerja kesehatan tersebut akan memutuskan pasien mana yang akan mendapatkan oksigen dan yang mana akan meninggal.
Satu-satunya cara untuk menghindari hal ini adalah dengan melakukan social distancing (Memberikan jarak secara fisik untuk bersosialisasi) dimulai dari hari ini. Bukan besok. Hari ini.
Itu berarti sebanyak mungkin orang harus berada di rumah, dimulai dari sekarang.

Sebagai seorang politisi, petinggi komunitas atau petinggi bisnis, kamu mempunyai kemampuan dan tanggung jawab untuk menghindari hal ini.

Kamu mungkin akan ketakutan hari ini: Bagaimana kalau aku cuma bereaksi berlebihan saja? Apakah orang akan mentertawakan aku? Apakah orang akan marah kepada aku? Bukankah lebih baik jika kita menunggu orang lain untuk mengambil langkah pertama? Apakah aku akan merusak perekonomian secara berlebihan?

Tetapi dalam 2–4 minggu, sewaktu seluruh dunia sedang dalam situasi lockdown, sewaktu beberapa hari berhargamu yang kamu lakukan untuk social distancing telah menyelamatkan hidup seseorang, orang-orang tidak akan mengkomentari dirimu lagi: Mereka akan berterimah kasih kepadamu karena telah membuat keputusan yang tepat.

Ok, kita mulai saja.

1. Berapa banyak kasus coronavirus yang akan terjadi di daerahmu?

Jumlah kasus yang terjadi meningkat secara eksponensial sampai Cina mampu membendungnya. Tetapi, setelah itu kasus terjadi keluar dari Cina, dan sekarang terjadi pandemik yang tidak dapat dihentikan oleh siapapun.

Sampai hari ini, hal ini disebabkan oleh Italia, Iran, dan Korea Selatan:

Terlalu banyak kasus di Korea Selatan, Italia dan Iran sehingga susah untuk melihat persebaran yang terjadi di negara lain, tetapi coba kita perbesar di bagian pojok kanan bawah.

Ada banyak negara dengan kecepatan pertumbuhan kasus secara eksponensial. Sampai hari ini, kebanyakan negara tersebut berada di barat.

Jika kita memiliki tipe pertumbuhan kasus seperti diatas selama seminggu, diperkirakan pertumbuhan yang terjadi adalah seperti ini:

Bila kamu ingin paham apa yang akan terjadi, atau bagaimana cara mencegahnya, kamu perlu melihat kepada negara yang telah melewati kasus tersebut: Cina, negara-negara timur dengan kasus SARS, dan Italia.

China

Diatas adalah salah satu grafik yang paling penting.

Balok orange menunjukkan jumlah kasus resmi harian di Provinsi Hubei: Berapa banyak orang yang terdiagnosa di hari tersebut.

Balok abu-abu menunjukkan kasus coronavirus yang sesungguhnya. CDC Cina mengindentifikasi hal tersebut dengan cara menanyakan pasien sewaktu proses diagnosa disaat gejala penyakit mereka mulai muncul.

Yang krusial, kasus sesungguhnya yang terjadi belum diketahui pada saat itu. Kita hanya dapat memperkirakan dengan cara melihat kebelakang: Petugas berwajib tidak tahu kapan seseorang pertama kali memulai gejala penyakit. Mereka hanya tahu sewaktu seseorang pergi ke dokter dan telah menjalankan proses pemeriksaan.

Hal ini berarti balok orange menunjukkan apa yang pihak berwajib ketahui (kasus resmi), dan balok abu-abu menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi (kasus yang sesungguhnya).

Pada tanggal 21 Januari, jumlah kasus baru terdiagnosa (orange) meladak: Ada sekitar 100 kasus baru. Kenyataanya, ada 1500 kasus baru pada hari itu, terjadi peningkatan secara eksponensial. Tetapi, petugas berwajib tidak mengetahui hal tersebut. Apa yang mereka ketahui adalah tiba-tiba muncul 100 kasus dari penyakit baru ini.

2 hari kemudian, petugas berwajib menutup Wuhan. Saat itu, jumlah kasus baru yang terdiagnosa setiap harinya sekitar 400 kasus. Sebagai catatan, mereka membuat keputusan untuk menutup kota (lockdown) hanya karena 400 kasus baru setiap harinya. Kenyataanya, ada sekitar 2500 kasus baru pada hari tersebut, tetapi mereka tidak tahu akan hal tersebut.

Besoknya, 15 kota lain di Hubei ditutup.

Sampai tanggal 23 Januari, sewaktu Wuhan tutup, kamu dapat melihat balok abu-abu: mereka meningkat secara eksponensial. Kasus sesungguhnya sedang meledak. Segera setelah Wuhan ditutup, kasus baru mulai melambat. Pada tanggal 24 Januari, sewaktu 15 kota lain ditutup, jumlah kasus sesungguhnya (warna abu-abu) juga terhambat. 2 hari kemudian, jumlah kasus sesungguhnya mencapai puncak, dan setelah itu terus menurun.

Jika dilihat, balok orange (kasus resmi) masih meningkat secara eksponensial: Selama 12 hari, terkesan bahwa kasus yang terjadi masih mengalami peledakan. Tetapi, bukan itu yang terjadi. Yang terjadi adalah pada kasus-kasus berikutnya bahwa orang-orang mengalami gejala yang lebih parah dan lebih banyak yang pergi ke dokter, dan sistem untuk mendeteksi virus jauh lebih kuat.

Konsep kasus resmi dan kasus sesungguhnya akan menjadi hal penting. Jangan lupakan konsep ini terlebih dahulu.

Daerah lain di Cina telah terkoordinir dengan baik oleh pemerintah pusat, mereka segera mengambil tindakan drastis dan segera. Berikut adalah hasilnya:

Setiap garis datar adalah daerah cina dengan kasus coronavirus. Setiap garis tersebut memiliki potensi untuk menjadi eksponensial, tetapi berkat tindakan yang dilaksanakan pada akhir Januari, semua dapat dihentikkan sebelum virus tersebut dapat menyebar.

Sementara itu, Korea Selatan, Italia dan Iran memiliki waktu sebulan penuh untuk belajar, tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka memulai fase pertumbuhan eksponensial yang sama dengan Hubei dan melewati seluruh daerah Cina sebelum akhir februari.

Negara-Negara Timur

Korea Selatan telah meledak, tetapi apa kalian heran kenapa Jepang, Taiwan, Singapura, Thailand dan Hong Kong belum terjadi?

Taiwan tidak ada di grafik karena kasus yang terjadi belum mencapai batas 50 kasus yang diberikan

Mereka semua sebelumnya telah terkena SARS pada tahun 2003, dan telah belajar dari kasus tersebut. Mereka belajar bagaimana mematikannya hal tersebut, sehingga mereka tahu untuk bertindak secara serius. Itu kenapa grafik mereka, walau pada awalnya meningkat pesat, masih tidak menunjukkan peningkatan eksponensial.

Sejauh ini, kita telah memiliki cerita bagaimana coronavirus meledak, pemerintah menyadari ancaman tersebut, dan membendungnya. Untuk negara yang lain, tetapi, adalah cerita yang sepenuhnya berbeda.

Sebelum saya bercerita lebih lanjut, sedikit catatan mengenai Korea Selatan: Negara ini kemungkinan adalah kasus khusus. Coronavirus telah terbendung untuk 30 kasus pertama. Pasien 31 adalah super-spreader yang menyebarkan kepada ribuan orang lainnya. Karena virus ini menyebar sebelum orang menunjukkan gejala apapun, sewaktu yang berwajib menyadari isu tersebut, virus ini telah menyebar diluar sana. Mereka sekarang membayar konsekuensi dari satu kejadian. Tindakan pembendungan mereka menunjukkan hasil, tetapi jumlah kasus di Italia telah melewatinya, dan Iran akan melewatinya juga besok (3 Maret 2020).

Washington State

Kamu telah melihat pertumbuhan kasus di negara-negara barat, dan bagaimana prakira kejadian yang terjadi dalam kurun waktu seminggu. Sekarang bayangkan jika tidak ada proses pembendungan yang terjadi seperti di Wuhan atau negara-negara timur lainnya, dan kamu mendapatkan kasus epidemik besar.

Sekarang kita lihat beberapa kasus, seperti di Washington State, daerah San Fransisco Bay, Paris dan Madrid.

Washington State adalah Wuhan-nya Amerika. Jumlah kasus yang terjadi disitu meningkat secara eksponensial.

Tetapi pada saat awal kejadian, ada suatu hal menarik yang terjadi. Tingkat kematian meningkat drastis. Pada suatu titik, ada 3 kasus dan 1 kematian.

Kita tahu beberapa tempat memiliki tingkat kematian karena coronavirus diantara 0.5% hingga 5% (akan dijelaskan lebih jauh mengenai hal ini nanti). Bagaimana bisa tingkat kematian di Washington State mencapai 33%?

Ternyata virus ini telah menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu. Sebenarnya tidak cuma ada 3 kasus saja yang terjadi. Pihak berwajib hanya mengetahui 3 kasus, dan salah satu dari mereka meninggal.

Hal ini sedikit terlihat seperti balok orange dan abu-abu di Cina: Mereka hanya mengetahui tentang balok orange (kasus resmi) dan hal tersebut terlihat baik: cuma 3. Tetapi kenyataanya, ada ratusan, mungkin ribuan kasus sesungguhnya.

Ini adalah suatu permasalahan: Kamu hanya mengetahui kasus resmi yang terjadi, bukan yang sesungguhnya. Bagaimana kamu bisa mengukur kasus sesungguhnya? Sebenarnya ada beberapa cara. Dan saya mempunyai model untuk keduanya, jadi kamu dapat mencoba-coba dengan angka juga (link langsung ke model)

Pertama, melalui kematian. Bila ada kematian di daerahmu, kamu dapat mengunakannya untuk memperkirakan jumlah kasus yang sesungguhnya. Kita tahu perkiraan rata-rata berapa lama waktu seseorang dari saat terkena virus hingga meninggal (17.3 hari). Itu berarti seseorang yang meninggal pada tanggal 29 Februari di Washington State kemungkinan terinfeksi pada tanggal 12 Februari.

Lalu, kamu mengetahui tingkat kemungkinan kematiannya. Untuk skenario ini, saya menggunakan 1% (kita akan mendiskusikan hal ini dengan mendetail). Itu berarti, pada tanggal 12 Februari, sudah ada sekitar 100 kasus di area tersebut (dimana hanya 1 yang meninggal 17.3 hari kemudian).

Sekarang, kita menggunakan waktu rata-rata pengandaan coronavirus (waktu yang diperlukan untuk menggandakan kasus, secara rata-rata). Rata-ratanya adalah 6.2. Itu berarti, dalam waktu 17 hari yang diperlukan oleh seseorang ini untuk meninggal, kasus yang terjadi telah berlipat ganda sebanyak 8 kali lipat (2^(17/6)). Itu berarti, jika kita tidak mendiagnosa seluruh kasus, 1 kematian berarti 800 kasus sesungguhnya hari ini.

Jika Washington State mempunyai 22 kasus kematian. Dengan perhitungan cepat, kita akan mendapatkan sekitar 16000 kasus coronavirus yang sesungguhnya.

Bila kita melihat lebih detail, kita sadar bahwa 19 dari seluruh kasus kematian tersebut berada dalam 1 klaster, dimana mungkin tidak menyebarkan virus secara luas. Jadi jika menggangap 19 kasus kematian tersebut sebagai 1 kasus kematian, total kematian yang terjadi ada sebanyak 4. Melakukan perhitungan lagi dengan angka tersebut, kita masih mendapatkan sekitar 3000 kasus.

Pendekatan yang dilakukan oleh Trevor Bedford melihat virus itu sendiri dan tingkat mutasinya untuk meninjau jumlah kasus yang sesungguhnya terjadi.

Kesimpulannya, ada sekitar 1100 kasus di Washington State pada saat tersebut.

Semua pendekatan ini tidaklah sempurna, tetapi mereka merujuk kepada suatu hal: Kita tidak mengetahui jumlah kasus sesungguhnya, tetapi kasus yang sesungguhnya selalu lebih tinggi dibandingkan kasus resmi yang ada. Tidak cuman ratusan. Kasus yang sesungguhnya terjadi adalah ribuan, mungkin lebih.

San Francisco Bay Area

Sampai tanggal 8 maret, Bay Area tidak memiliki kasus kematian. Hal ini membuat kita susah mengetahui kasus yang sesungguhnya terjadi. Secara resmi ada 86 kasus. Tetapi Amerika sangat kekurangan proses pemeriksaan dikarenakan tidak memiliki cukup alat tes. Amerika memutuskan untuk membuat alat tes mereka sendiri, dimana alat tersebut tidak bekerja.

Dibawah adalah jumlah tes yang dilakukan di berbagai negara sampai tanggal 3 Maret:

Turki, tanpa ada kasus coronavirus, melakukan 10 kali lebih banyak tes per penduduk dibandingkan dengan Amerika. Situasi ini tidak lebih baik juga hari ini, dengan sekitar 8000 tes yang dilakukan di Amerika, berarti sekitar 4000 orang telah dites.

Disini, kamu dapat menggunakan perbandingan kasus resmi terhadap kasus sesungguhnya. Bagaimana cara menentukannya? Untuk Bay Area, mereka mecoba melakukan tes kepada semua orang yang melakukan perjalanan atau berinteraksi dengan orang yang telah melakukan perjalanan, berarti mereka mengetahui hampir seluruh kasus yang berkaitan dengan perjalanan, tetapi tidak dengan kasus penyeberan oleh komunitas. Dengan memperkirakan persebaran secara komunitas vs. persebaran secara perjalanan, kamu dapat menentukan seberapa besar kasus yang ada.

Saya melihat ratio kasus di Korea Selatan, dimana mereka memiliki banyak data. Sewaktu mereka mempunyai 86 kasus, persentase dari persebaran komunitas adalah sebesar 86% (kebetulan saja 86 dan 86%).

Dengan angka tersebut, kita dapat memperhitungkan jumlah kasus sesungguhnya. Jika Bay Area memiliki 86 kasus hari ini, kemungkinan jumlah kasus sesungguhnya adalah sekitar 600.

Perancis dan Paris

Perancis mengklaim 1400 kasus dan 30 kasus kematian pada saat artikel asli ini diterbitkan. Menggunakan kedua metode diatas, perkiraan kasus sesungguhnya yang ada: antara 24000 dan 140000.

Saya ulangi sekali lagi: Jumlah kasus sesungguhnya di Perancis kemungkinan antara satu hingga dua kali lebih besar dari laporan resmi yang ada.

Tidak percaya? Mari kita lihat kembali grafik Wuhan.

Jika kita menumpuk balok orange hingga tanggal 22 januari, kita akan mendapatkan 444 kasus. Sekarang jika kita menambahkan seluruh balok abu-abu, mereka akan berjumlah sekitar 12000 kasus. Jadi sewaktu Wuhan mengira mereka memiliki 444 kasus, sebenarnya mereka memiliki kasus 27 kali lebih besar. Bila perancis berpikir mereka memiliki 1400 kasus, kemungkinan kasus yang sesungguhnya telah mencapi puluhan ribu.

Perhitungan yang sama dapat diaplikasikan kepada Paris. Dengan sekitar 30 kasus yang terjadi didalam kota, jumlah kasus sesungguhnya kemungkinan mencapai ratusan, bahkan ribuan. Dengan 300 kasus yang terjadi di daerah Ile-de-France, jumlah kasus di daerah tersebut kemungkinan telah melebihi puluhan ribu.

Spanyol dan Madrid

Spanyol memiliki angka yang mirip dengan Perancis (1200 kasus vs. 1400, dan keduanya memiliki jumlah kasus kematian 30). Berarti peraturan yang sama dapat diaplikasikan: Spanyol kemungkinan telah memiliki sekitar 20000 kasus sesungguhnya.

Di daerah Communidad de Madrid, dengan 600 kasus resmi dan 17 kasus kematian, jumlah kasus sesungguhnya bisa mencapai antara 10000 dan 60000.

Jika kalian membaca hal ini dan berpikir: “Mustahil, hal ini tidak mungkin benar”, coba pikirkan ini: Dengan jumlah angka segini saja, Wuhan sudah melaksanakan lockdown.

Dengan jumlah kasus yang kita lihat seperti di Amerika, Spanyol, Perancis, Iran, Jerman, Jepang, Belanda, Denmark, Swedia atau Swiss pada saat artikel asli ini terbit, Wuhan telah melakukan Lockdown.

Dan jika kamu mengatakan kepada dirimu sendiri: “Hubei kan cuman 1 daerah saja”, saya ingatkan sekali lagi bahwa daerah tersebut memiliki jumlah penduduk hampir 60 juta orang, lebih besar daripada Spanyol dan seukuran Perancis.

2. Apa yang akan terjadi sewaktu kasus Coronavirus ini telah terjadi?

Jadi coronavirus sudah ada disini. Dia tersembunyi, dan berkembang secara eksponensial.

Apa yang terjadi jika negara kita telah terkena coronavirus? hal ini gampang untuk diketahui karena kita telah mempunyai beberapa tempat yang telah mengalami kejadian tersebut. Contoh paling baik adalah Hubei dan Italia.

Persentase Fatalitas

World Health Organization (WHO) mengkutip 3.4% assebagai persentase fatalitas(% orang yang terkena coronavirus dan kemudian meninggal). Angka ini tiba-tiba saja muncul, disini saya akan menjelaskannya.

Persentase fatalitas tergantung kepada negara dan waktu: antara 0.6% di Korea Selatan dan 4.4% di Iran. Jadi yang manakah? Kita dapat menggunakan suatu trik untuk mengetahuinya.

2 cara untuk menghitung persentase fatalitas adalah Kematian/Total kasus dan Kematian/Kasus ditutup. Perhitungan yang pertama kemungkinan besar dapat terjadi penaksiran angka yang lebih rendah dari seharusnya, karena banyak kasus yang masih terjadi dan masih mungkin terjadi kematian. Yang kedua dapat terjadi penaksiran angka yang lebih tinggi dari seharusnya, karena kasus kematian dapat ditutup lebih cepat dibandingkan yang sembuh.

Apa yang saya lakukan adalah melihat bagaimana kedua angka ini berkembang seiring waktu. Kedua angka ini dapat bertemu di satu hasil yang sama setelah seluruh kasus yang ada ditutup, sehingga jika kita memproyeksikan trend masa lampau ke depan, kita dapat memperkirakan persentase fatalitas akhir yang mungkin terjadi.

Hal ini yang kamu lihat di data. Persentase fatalitas Cina pada saat artikel ini diterbitkan adalah antara 3.6% dan 6.1%. Bila kita memproyeksikan kedepannya, sepertinya mereka bertemu diantara perkiraan 3.8%–4%. Ini berarti dua kali lebih besar dari perkiraan sekarang, dan 30 kali lebih buruk dibandingkan flu.

Walau begitu, hal ini tersusun dari dua kenyataan yang berbeda: Hubei dan daerah Cina lainnya.

Persentase fatalitas Hubei kemungkinan akan menyatu di perkiraan angka 4.8%. Sementara itu, daerah Cina lainnya kemungkinan akan menyatu di sekitar angka 0.9%:

Saya juga mengumpulkan angka untuk Iran, Italia dan Korea Selatan, negara yang memiliki jumlah kematian yang lumayan relevan.

Kematian/Total Kasus Iran dan Italia keduanya merujuk ke arah 3%-4%. Tebakan sata bahwa angka persentase fatalitas di negara tersebut akan sekitar itu.

Korea Selatan adalah contoh yang paling menarik, karena kedua angka tersebut sepenuhnya tidak berhubungan: kematian/total kasus persentase hanya 0.6%, tetapi kematian/kasus ditutup mencapai 48%. Hal ini dapat terjadi karena ada beberapa hal unik yang terjadi. Pertama, Korea Selatan melakukan tes kepada semua orang (dengan banyak kasus yang terbuka, persentase kematian sepertinya rendah), dan kasus yang terbuka dibiarkan lebih lama (jadi mereka menutup kasus dengan cepat jika pasien meninggal). Kedua, mereka memiliki banyak kasur di rumah sakit (lihat grafik 17.b). Mungkin ada alasan lain yang belum kita ketahui. Apa yang relevan adalah kematian/kasus sepertinya hanya seputaran 0.5% sejak awal, mengimplikasikan bahwa angka ini akan menetap disitu, kemungkinan sangat dipengaruhi oleh sistem pelayanan kesehatan dan managemen krisis.

Contoh kasus terakhir yang relevan adalah kapal pesiar Diamond Princess: Dengan 706 kasus, 6 kematian dan 100 tersembuhkan, persentase fatalitas akan berkisar antara 1% dan 6.5%.

Sebagai catatan bahwa distribusi umur di setiap negara juga akan berpengaruh: Karena tingkat kematian akan lebih tinggi untuk orang yang lebih tua, negara dengan populasi yang lebih banyak orang berumur seperti Jepang akan terimbas lebih besar dibadingkan negara dengan penduduk yang lebih banyak orang berumur muda seperti Nigeria. Ada juga faktor cuaca, terutama kelembapan dan temperatur, dimana masih belum jelas bagaimana hal ini akan mempengaruhi persebaran dan persentase fatalitas.

Ini hal yang dapat kita simpulkan:

  • Negara yang telah siap akan memiliki persentase fatalitas antara sekitar 0.5% (Korea Selatan) hingga 0.9% (Daerah Cina selain Hubei)
  • Negara yang kewalahan (tidak siap) akan memiliki persentase fatalitas antara sekitar 3%-5%

Dengan kata lain: Negara yang bertindak dengan cepat dapat mengurangi jumlah kematian hingga setidaknya 10 kali. Dan itu hanya menghitung persentase fatalitas. Bertindak dengan cepat juga secara drastis mengurangi jumlah kasus yang terjadi.

Negara yang bertindak dengan cepat dapat mengurangi jumlah kematian setidaknya hingga 10x.

Jadi apa yang perlu dipersiapkan oleh suatu negara?

Apa yang akan menjadi suatu tekanan kedalam sistem pelayanan kesehatan

Sekitar 20% kasus memerlukan rawat inap, 5% kasus memerlukan perawatan intensif (ICU), dan sekitar 2.5% memerlukan perawatan intensif serius, dengan peralatan seperti ventilator atau ECMO (extra-corporeal oxygenation).

Masalahnya adalah peralatan seperti ventilator dan ECMO tidak dapat diproduksi dan dibeli dengan mudah. Sebagai contoh, Beberapa tahun yang lalu, Amerika hanya mempunyai 250 ECMO mesin saja.

Jadi jika tiba-tiba kamu mempunyai 100000 orang yang terinfeksi, banyak dari mereka ingin dites. Sekitar 20000 akan memerlukan rawat inap, 5000 memerlukan ICU, dan 1000 akan memerlukan mesin yang kita tidak cukup miliki hari ini. Itu dengan 100000 kasus.

Itu juga belum menyinggung permasalahan seperti masker. Negara seperti Amerika hanya memiliki 1% masker yang diperlukan untuk menutupi keperluan pekerja kesehatan (12 juta N95, 30 juta surgical vs. 3.5 milyar yang diperlukan). Jika banyak kasus muncul secara mendadak, hanya ada masker yang cukup untuk 2 minggu

Negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong atau Singapura, juga daerah Cina diluar Hubei, telah mempersiapkan diri dan memberikan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Tetapi negara-negara barat lainnya lebih memilih pergi ke arah Hubei dan Italia. Jadi apa yang terjadi disini?

Seperti apa Sistem Pelayanan Kesehatan yang kewalahan

Cerita yang terjadi di Hubei dan di Italia mulai terkesan mirip. Hubei membangun 2 rumah sakit dalam waktu 10 hari, walau begitu, mereka tetap kewalahan.

Kedua negara mengeluhkan pasien yang memenuhi rumah sakit mereka. Mereka harus dirawat dimanapun: Lorong, ruang tunggu…

Pekerja kesehatan menghabiskan waktu berjam-jam dengan satu peralatan perlindungan saja, karena persediaan yang ada tidak mencukupi. Sebagai hasilnya, mereka tidak dapat meninggalkan area terinfeksi selama berjam-jam. Sewaktu mereka dapat pergi, mereka jatuh, dehidrasi, dan kecapekan. Shift tidak ada lagi. Orang dipaksa mundur dari pensiunan untuk menutupi keperluan yang ada. Orang yang tidak mengetahui mengenai pekerjaan ners dilatih semalaman untuk mengisi peran yang penting. Semua orang dalam keadaan siaga, selalu.

Francesca Mangiatordi, suster dari itali yang hancur ditengah perang dengan Coronavirus

Hal itu terjadi, hingga mereka menjadi sakit. Dimana kejadian ini sering terjadi, karena mereka dalam kondisi konstan terekspos dengan virus, tanpa peralatan pelindung yang mencukupi. Sewaktu itu terjadi, mereka memerlukan karantina selama 14 hari, dimana mereka tidak dapat menolong siapapun. Kasus terbaik, 2 minggu hilang. Kasus terburuk, mereka meninggal.

Yang paling buruk adalah di ICU, dimana pasien berbagai ventilator atau ECMO. Secara fakta, peralatan ini tidak mungkin untuk dibagi-bagi, sehingga pekerja kesehatan harus menentukan pasien mana yang akan menggunakannya. Itu berarti, mana yang hidup dan mana yang mati.

“After a few days, we have to choose. […] Not everyone can be intubated. We decide based on age and state of health.” — Christian Salaroli, Italian MD.

Translasi: “Setelah beberapa hari, kita harus menentukan. […] tidak semua dapat diintubasi. Kita memilih berdasarkan umur dan kondisi kesehatan.” — Christian Salaroli, Italian MD

Pekerja kesehatan memakai peralatan pelindung untuk merawat orang yang sakit dikarenakan coronavirus, di ICU dari rumah sakit rujukan Wuhan, Cina, 6 Februari (China Daily/Reuters), melalui Washington Post

Semua ini yang menyebabkan sistem kesehatan memiliki persentase fatalitas sekitar 4% dibadingkan 0.5%. Bila kamu mau kota atau negara kamu menjadi bagian dari 4%, jangan lakukan apapun hari ini.

Gambar satelit menunjukkan Kuburan Behesht Masoumeh di kota Iran Qom. Foto: ©2020 Maxar Technologies. melalui The Guardian dan The New York Times.

3. Apa yang harus kamu lakukan?

Meratakan Kurva

Ini adalah kejadian Pandemik. Sudah tidak dapat dihilangkan tetapi apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi imbasnya.

Beberapa negara telah menjadi contoh untuk hal apa yang perlu dilakukan. Contoh terbaik adalah Taiwan, dimana sangat berhubungan dengan Cina dan sampai artikel ini diterbitkan masuh memiliki kurang dari 50 kasus. Paper berikut menjelaskan langkah awal apa yang mereka ambil, dimana terfokus kepada pembendungan.

Mereka dapat membendungnya, tetapi kebanyakan negara kekurangan dan tidak memiliki keahlian ini. Sekarang, mereka bermain permainan yang berbeda: Mitigasi. Mereka perlu membuat virus ini untuk mengurangi tingkat berbahayanya sejauh mungkin.

Bila kita mengurangi infeksi sebanyak mungkin, sistem pelayanan kesehatan kita akan mampu merawat kasus infeksi lebih baik, mendorong tingkat fatalitas lebih rendah. Dan, jika kita menyebarkan infeksi ini seiring waktu, kita akan mencapai suatu titik dimana seluruh masyarakat dapat divaksinasi, menghilangkan resikonya secara keseluruhan. Jadi tujuan kita bukanlah menghilangkan infeksi coronavirus. Tujuan kita adalah untuk menundanya.

Sumber

Gambar diatas menunjukkan perataan kurva jika kita melakukan penundaan kasus infeksi dibandingkan jika kita tidak melakukan apapun.

Semakin kita menunda suatu kasus yang terjadi, semakin baik sistem pelayanan kesehatan kita dan berfungsi, semakin rendah tingkat kematian, dan semakin tinggi jumlah populasi yang dapat divaksinasi sebelum terinfeksi.

Bagaimana cara kita meratakan kurva tersebut.

Ada satu hal yang sangat simpel yang bisa kita lakukan: social distancing (tindakan menjauhi kerumunan, menghindari pertemuan masal, dan menjaga jarak dari orang lain.).

Bila kamu kembali kembali kedalam grafik Wuhan, kamu akan ingat bahwa segera setelah lockdown terjadi, jumlah kasus yang terjadi menurun. Itu karena orang-orang tidak berinteraksi dengan satu sama lain, dan virus tidak tersebar.

Secara konsesus ilmiah terkini, virus ini dapat tersebar dalam jarak 2 meter bila seseorang batuk. Jika tidak terkena, maka tetesan liur dari batuk akan terjatuh di tanah dan tidak menginfeksi dirimu.

Infeksi paling buruk maka dapat terjadi melalui permukaan benda: Virus ini dapat hidup sekitar 9 hari di berbagai macam permukaan benda seperti besi, keramik dan plastik. Itu berarti benda seperti gagang pintu, meja, atau bahkan tombol lift bisa menjadi perantara infeksi yang berbahaya.

Satu-satunya cara kita dapat mengurangi penyebaran virus adalah dengan cara social distancing: Tetap dirumah sebanyak mungkin, selama mungkin sampai segalanya mereda.

Hal ini telah terbukti di masa lalu, sebagai contoh, pandemik flu 1918.

Belajar dari pandemik flu 1918

Kamu dapat melihat bagaimana Philadelphia tidak segera bertindak, dan mempunyai persentase kematian yang lebih tinggi dibandingkan St. Louis yang segera bertindak.

Lalu coba lihat di Denver, dimana proses tindakan segera dilakukan lalu dilonggarkan. Mereka mempunya 2 puncak, dengan puncak kedua lebih tinggi dibandingkan dengan yang pertama.

Jika kita mengeneralisir, hal ini yang dapat kamu temukan:

Grafik diatas menunjukkan, untuk kasus flu 1918 di Amerika, berapa banyak kematian yang terjadi per kota akan tergantung dari seberapa cepat tindakan yang dilakukan. Sebagai contoh, kota seperti St Loouis segera mengambil tindakan 6 hari sebelum Pittsburgh, dan memiliki jumlah kematian kurang dari setengah kematian per penduduk. Secara rata-rata, mengambil tindakan 20 hari lebih awal akan memotong persentase kematian hingga setengahnya.

Italia akhirnya menyadari hal ini. Mereka menutup Lombardy pada hari minggu, dan besoknya, hari senin, mereka menyadari kesalahan ini dan memutuskan untuk menutup seluruh negara.

Semoga kita dapat melihat hasil yang sesuai nantinya. Tetapi, hasil hanya dapat terlihat setelah 1 hingga 2 minggu kedepan. Ingat grafik Wuhan: ada sekitar 12 hari jeda antara saat lockdown diumumkan hingga saat kasus resmi (orange) mulai menurun.

Bagaimana politisi dapat berkontribusi kepada Social Distancing?

Pertanyaan yang ditanyakan oleh para politisi bukanlah apakah mereka harus melakukan sesuatu, tetapi aksi apa yang paling tepat untuk dilakukan.

Ada beberapa fase untuk mengendalikan epidemik, dimulai dari antisipasi dan diakhiri dengan pemusnahan. Tetapi sekarang sudah terlambat. Dengan level kasus seperti sekarang, 2 pilihan yang biasa diambil oleh politisi adalah containment (pembendungan) dan mitigation (mitigasi).

Containment

containment memastikan seluruh kasus dapat terindentifikasi, dikendalikan, dan di-isolasi. Hal ini yang dilakukan oleh Singapura, Hong Kong, Jepang atau Taiwan. Mereka melakukannya dengan sangat baik: Mereka dengan cepat membatasi orang yang masuk, mengindentifikasi orang yang sakit, segera mengisolasi mereka, menggunakan pakaian perlindungan yang baik kepada pekerja kesehatan mereka, melacak seluruh kontak mereka, mengkarantina mereka. Tindakan ini bekerja dengan sangat baik sewaktu kamu telah memiliki persiapan dan melakukannya diawal, dan tidak perlu memperlambat perekonomian kamu untuk membuat hal ini terjadi.

Saya telah memuji pendekatan Taiwan. Tetapi Cina juga melakukannya dengan baik. Hal yang dilakukan oleh Cina untuk membendung virus ini sangatlah pintar. Sebagai contoh, mereka memiliki 1800 tim yang terdiri dari 5 orang dimana tugas tim ini adalah melacak setiap orang yang terinfeksi, semua orang yang berinteraksi dengan yang terinfeksi, lalu semua orang yang berinteraksi dengan orang tersebut, dan mengisolasi yang mereka. Itu bagaimana mereka dapat membendung virus di negara dengan penduduk milyaran.

Ini bukanlah hal yang dilakukan oleh negara-negara barat. Dan sekarang sudah terlalu lambat. Pengumuman oleh Amerika dimana perjalanan dari Eropa telah dilarang adalah tindakan containment yang dilakukan untuk negara, yang sewaktu artikel ini diterbitkan, telah memiliki 3 kali lebih banyak kasus dibandingkan Hubei sewaktu mereka menutup kota dan telah meningkat secara eksponensial. Bagaimana kita bisa tahu jika containment telah cukup? kita dapat melihat kepada pelarangan perjalanan oleh Wuhan.

Grafik diatas menunjukan imbas dari pelarangan perjalanan oleh Wuhan kepada penundaan epidemik. Ukuran lingkaran menunjukkan angka kasus per harinya. Baris diatas menunjukkan jika tidak ada tindakan apapun. Kedua baris yang lain menunjukkan jika 40% dan 90% perjalanan dilarang. Model ini dibuar oleh ahli epidemik, karena kita tidak bisa yakin sepenuhnya.

Bila kamu tidak melihat terlalu banyak perbedaan, kamu benar. Sangat susah untuk melihat adanya perubahan di dalam perkembangan epidemik.

Peneliti memperkirakan, bahwa pelarangan perjalanan Wuhan hanya menunda penyebaran di Cina sebanyak 3–5 hari.

Sekarang, apa yang peneliti pikirkan mengenai imbas dari pengurangan transmisi?

Blok yang paling atas sama dengan grafik dari 21.b. Kedua blok yang lain menunjukkan pengurangan tingkat transmisi. Jika tingkat transmisi turun sejauh 25% (Melalui social distancing), ini akan meratakan kurva dan menunda memuncaknya penyebaran sebesar 14 minggu. Jika kita menurunkan tingkat transmisi sejauh 50%, kita bahkan dapat melihat bahwa epidemik tidak muncul sama sekali.

Pelarangan perjalanan ke Eropa oleh Amerika adalah langkah baik: Mungkin hal ini dapat memberikan kita beberapa jam, mungkin sehari atau dua hari. Tetapi tidak lebih, pembendungan ini memerlukan mitigation.

Jika sudah ada ratusan atau ribuan kasus berada di dalam suatu populasi, menghalangi kasus terjadi, melacak kasus yang ada dan mengisolasi kontak mereka sudah tidak cukup lagi. Level berikutnya adalah mitigation atau suppression.

Mitigation atau Suppression

Mitigation memerlukan jumlah tes yang besar, melacak kontak, mengkarantina dan mengisolasi untuk meratakan kurva tanpa menghentikan kejadian luar biasa ini.

Suppression mencoba untuk melangkah lebih jauh lagi dalam menekan penyebaran virus. Langkah ini memerlukan social distancing yang drastis. Orang-orang perlu berhenti berkumpul untuk mengurang tingkat transmisi (R), dari R yang berkisar 2–3 dimana virus tersebar tanpa adanya tindakan, hingga ke angka 1, dimana epidemik ini akhirnya berakhir.

Langkah ini memerlukan penutupan perusahaan, toko, transportasi umum, sekolah, memaksa lockdown. Semakin buruk situasimu, semakin parah social distancing yang perlu dilakukan. Semakin awal kamu menerapkan langkah drastis, semakin kurang waktu yang diperlukan orang untuk melakukan social distancing, semakin mudah untuk mengindentifikasi kasus infeksi, dan semakin sedikit orang yang terinfeksi.

Hal inilah yang perlu dilakukan oleh Wuhan. Hal ini dipaksa untuk diterima oleh Italia. Dan lalu Perancis, Spanyol, dan banyak negara lainnya. Karena sewaktu virus ini sudah tersebar luas, satu-satunya cara adalah melakukan lock down kepada seluruh daerah terinfeksi dan menghentikan persebarannya sesegera mungkin.

Dengan ribuan kasus resmi —dan puluhan ribu kasus sesungguhnya — langkah ini adalah yang perlu dilakukan oleh Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, atau Swiss.

Tetapi mereka tidak melakukannya.

Beberapa bisnis bekerja dari rumah, dimana itu hal yang fantastis.
Beberapa event besar sudah dihentikan.
Beberapa daerah yang terinfeksi telah melakukan karantina.

Semua langkah ini akan memperlambat virus. Mereka akan menurunkan tingkat transmisi dari 2.5 ke 2.2, mungkin 2. Semoga lebih. Tetapi itu tidak akan cukup untuk mencapai angka dibawah 1 di dalam waktu yang diperlukan untuk menghentikan epidemik ini.

Jadi pertanyaanya: Apa pengorbanan yang bisa kita lakukan untuk menurunkan nilai R? Ini adalah menu yang Italia berikan kepada kita:

  • Tidak ada yang dapat masuk atau keluar dari daerah lockdown, kecuali mereka adalah keluarga yang dapat dibuktikan atau alasan pekerjaan.
  • Pergerakan di dalam daerah lockdown perlu dihindari, kecuali memang sangat urgent atau alasan pekerjaan dan tidak bisa ditunda.
  • Orang dengan gejala (Infeksi pernafasan dan demam) sangat dianjurkan untuk tetap dirumah.
  • Waktu libur normal untuk pekerja kesehatan ditangguhkan.
  • Penutupan seluruh institusi pendidikan (sekolah, universitas, dll), gym, museum, stasiun ski, pusat kebudayaan dan sosial, kolam renang, dan teater.
  • Bar dan restoran mempunyai batas waktu buka antara 6 pagi hingga 6 malam, dengan setidaknya 1 meter jarak antar orang.
  • Semua pub dan klub malam harus tutup.
  • Semua aktivitas komersial harus memberikan jarak 1 meter antar pelanggan. Mereka yang tidak dapat melakukan hal ini harus menutup toko mereka. Tempat ibadah dapat tetap buka jika mereka dapat menjamin permasalahan jarak ini.
  • Kunjungan rumah sakit oleh keluarga dan teman dibatasi.
  • Pertemuan kerja harus ditunda. Bekerja dari rumah harus diutamakan.
  • Semua acara dan kompetisi olahraga, publik atau pribadi, semua dibatalkan. Acara yang penting dapat dilaksanakan di tempat tertutup.

Dua hari kemudian, Italia menambahkan: “Tidak, kenyataanya, kamu perlu menutup seluruh bisnis yang tidak krusial. Jadi sekarang kita menutup seluruh aktivitas komersial, kantor, kafe dan toko. Hanya transportasi, apotek, toko grosir yang tetap buka.”

Bagaimana cara memilih langkah yang tepat untuk negaramu? Baca Coronavirus: The Hammer and the Dance. Salah satu pendekatan adalah dengan berkala meningkatkan langkah yang dilakukan. Sayangnya, hal ini akan memberikan waktu untuk virus menyebar. Bila mau aman, lakukan seperti Wuhan. Orang-orang mungkin akan mengeluh sekarang, tetapi mereka akan berterima kasih nantinya.

Bagaimana Petinggi Bisnis dapat Berkontribusi kepada Social Distancing?

Bila kamu adalah petinggi bisnis dan ingin tahu apa yang harus kamu lakukan, kamu dapat belajar dari Staying Home Club.

Web ini adalah daftar kebijakan social distancing yang telah diterapkan oleh perusahaan teknologi di Amerika — sejauh ini ada 832 perusahaan.

Kebijakannya berkisar dari memperbolehkan (allowed) hingga mewajibkan (required) bekerja dari rumah (Work From Home), dan pembatasan kunjungan, perjalanan, atau acara.

Ada lebih banyak lagi hal yang perlu ditetapkan oleh semua perusahaan, seperti apa yang harus dilakukan dengan pekerja harian, apakah harus tetap membuka kantor atau tidak, bagaimana cara melakukan interview, apa yang harus dilakukan dengan kantin. Bila kamu ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh perusahaan Tomas Pueyo, Course Hero, dalam menerapkan kebijakannya, dengan bagaimana cara melakukan pengumuman kepada pegawainya, ini adalah yang digunakan oleh perusahaanya(versi view only).

4. Kapan?

Mungkin sekali jika sejauh ini kamu setuju dengan semua yang saya sampaikan, dan ingin tahu sejak awal kapan harus membuat setiap keputusan. Jika kita melihat dari arah lain, apa yang memicu setiap langkah yang harus kita lakukan.

Risk-Based Model untuk Pemicu

Untuk memcahkan ini, saya telah membuat suatu model (direct link).

Model ini dapat membantu kamu meninjau kemungkinan kasus yang terjadi di daerahmu, kemungkinan pegawaimu telah terinfeksi, bagaimana mereka berkembang seiring waktu, dan apakah kamu tetap harus membuka perusahaanmu atau tidak.

Model ini memberitahu kita hal seperti:

  • Jika perusahaanmu memiliki 100 pegawai di daerah Washington State, dimana ada 11 kematian karena coronavirus pada tanggal 8 Maret, maka ada 25% kemungkinan salah satu pegawaimu terinfeksi, dan kamu harus segera menutup perusahaanmu.
  • Bila perusahaanmu memiliki 250 pegawai yang kebanyakan berada di South Bay (Ada 22 kasus resmi pada tanggal 8 maret dan jumlah kasus sesungguhnya mungkin sekitar 54 kasus), pada tanggal 9 Maret kamu memiliki sekitar 2% kemungkinan bahwa pegawaimu terinfeksi, dan kamu harus segera menutup kantormu juga.
  • [di update per tanggal 12 maret] bila perusahaanmu di Paris (intramuros), dan mempunyai 250 pegawai, hari ini ada 95% kemungkinan salah satu pegawaimu terinfeksi coronavirus, dan kamu harus menutup perusahaanmu besok.

Model ini mengunakan label seperti “perusahaan” dan “pegawai” tetapi model ini dapat diterapkan dalam situasi apapun: Sekolah, transportasi umum, dll. Jadi jika kamu hanya mempunyai 50 pegawai di Paris, tetapi mereka semua naik kereta, bertemu dengan ribuan orang lainnya, tiba-tiba kemungkinan setidaknya salah satu dari mereka terinfeksi akan jauh lebih tinggi dan kamu harus segera menutup kantormu.

Bila kamu masih ragu karena tidak ada orang yang menunjukkan gejala apapun, sadari saja bahwa 26% dari persebaran yang terjadi adalah kejadian tanpa gejala.

Apakah kamu bagian dari kelompok petinggi?

Secara matematika, perhitungan ini terlihat sangat egois. Perhitungan ini melihat resiko setiap perusahaan secara individual, ambil resiko yang kamu inginkan sampai coronavirus mau tidak mau menutup perusahaan kamu.

Tetapi jika kamu adalah bagian dari petinggi bisnis atau politis, perhitnganmu mungkin tidak cuma untuk satu perusahaan, tetapi untuk semuanya juga. Secara matematika: Berapa kemungkinan perusahaanku yang manapun terinfeksi? Bila kamu memiliki 50 perusahaan dan 250 pegawai secara rata-rata untuk setiap perusahaan, di daerah South Bay, maka ada 35% kemungkinan salah satu perusahaanmu memiliki pegawai yang terinfeksi, dan 97% kemungkinan hal itu akan menjadi kenyataan minggu depan. Saya menambahkan tab di model untuk mencoba-coba kemungkinan tersebut.

Kesimpulan: Bayaran dari menunggu

Mungkin terkesan menakutkan untuk membuat suatu keputusan hari ini, tetapi kamu jangan berpikir seperti itu.

Model teori diatas menunjukkan komunitas yang berbeda: tidak melakukan social distancing, melakukan social distancing dimulai hari n sewaktu virus menyebar, dan social distancing di hari n+1. Semua angka ini hanyalah fiksi (saya memilih mereka untuk meniru apa yang terjadi di Hubei, dengan kasus terburuk sekitar 6000 kasus baru per harinya). Model diatas menggambarkan seberapa pentingnya perbedaan satu hari saja di dalam peningkatan eksponensial. Kamu dapat melihat bawah jeda 1 hari membuat puncak persebaran menjadi lebih tinggi, tetapi kasus hariannya pada akhirnya menuju ke angka 0.

Tetapi bagaimana jika kita ukur kasusnya secara kumulatif?

Di model teori yang dibuat mirip dengan Hubei, menunggu 1 hari dapat meningkatkan 40% kasus infeksi lebih banyak! Jadi, mungkin, jika pihak berwajib Hubei menyatakan lockdown pada tanggal 22 Januari bukan tanggal 23 Januari, mereka mungkin dapat mengurangi kasus infeksi sebesar 20000 kasus.

Dan ingat, itu cumanlah jumlah kasus. Kematian akan lebih tinggi lagi, karena tidak hanya secara langsung kita memiliki 40% lebih banyak kasus kematian. Sistem pelayanan kesehatan kita akan jatuh lebih besar juga, dimana hal ini akan mendorong persentase kematian meningkat sebesar 10x seperti yang kita lihat sebelumnya. Jadi 1 hari perbedaan di dalam langkah social distancing dapat mencipatkan peledakan angka kematian di komunitasmu dikarenakan peningkatan kasus dan tingginya persentase fatalitas.

Ini adalah ancaman eksponensial. Setiap hari sangat berharga. Sewaktu kamu menunda keputusan sehari saja, kamu tidak cuma berkontribusi kepada sedikit kasus. Kemungkinan sudah ada ratusan hingga ribuan kasus di daerahmu. Setiap harinya yang tidak ada langkah social distancing, kasus infeksi yang terjadi akan meningkat secara eksponensial.

Share the Word

Kemungkinan ini adalah saat dimana berbagi artikel dapat menyelamatkan kehidupan. Mereka perlu memahami hal ini untuk menghindari bencana besar. Ini adalah saatnya untuk bertindak.

Tomas Pueyo

Insights about Growth, including Coronavirus Growth

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store