Bentang Alam

Bentang alam daerah penelitian bagian utara secara umum dibentuk oleh hamparan dataran rendah dengan bukit-bukit rendah yang disertai pepohonan tinggi. Daerah penelitian memiliki kondisi alam yang masih asri dan cukup berbahaya untuk dilalui karena di kawasan hutan masih dapat dijumpai hewan buas seperti macan, babi hutan, dan beberapa hewan liar lainnya. Meskipun sudah terpetakan dalam peta digital Google Maps, akses transportasi disini masih kurang baik.

Hal ini dapat teramati dengan jalanan yang secara umum belum dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, bahkan di kawasan hutan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, jalan berbatu yang pernah dibuat oleh Perum Perhutani dan warga sudah ditutupi oleh semak belukar. Jembatan penyebrangan yang pernah dibuat pemerintah di beberapa tempat umumnya sudah rubuh dan tidak dapat digunakan. Jika akan melakukan pemetaan ke daerah hutan, khususnya daerah timur daerah penelitian, perlu didampingi oleh warga setempat dan membawa perlengkapan untuk membuka jalan karena sulitnya medan dan tidak jelasnya jalan setapak.
Masyarakat memanfaatkan bentang alam yang ada untuk digarap menjadi pesawahan dan lahan bercocok tanam, yang mana menjadi sumber pendapatan utama masyarakat sekitar. Berbagai jenis komoditi hasil bercocok tanam diantaranya kacang-kacangan, tomat, bawang daun, dan berbagai jenis komoditi sayuran lainnya. Lahan perhutanan disini dikelola oleh Perum Perhutani. Jenis-jenis pohon yang tumbuh disana diantaranya pohon jati, cendana, dan jabon, namun jenis pohon jati disini hanya tinggal tersisa sedikit karena banyaknya penebangan ilegal dan pencurian oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Berbeda dengan bagian utara, bagian selatan dibentuk oleh dataran tinggi dan punggungan. Masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk dijadikan kebun kelapa sawit, pesawahan, dan perkebunan dengan komoditi sayuran. Untuk mengairi sawah dan perkebunan, masyarakat di daerah penelitian memanfaatkan aliran sungai dari sungai-sungai besar. Sungai-sungai besar tersebut juga dimanfaatkan warga untuk menjaring ikan sungai yang mana menjadi konsumsi warga sehari-hari…
