Apa itu Competitor Analysis?
Sebuah cara mencari celah kreatif dalam ruang ramai akan inovasi
Kompetitor akan selalu ada, dan inovasi bukan berarti 100% baru
Mungkin banyak dari kita yang mencoba menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Tidak sedikit dari startup yang ada berlomba-lomba untuk memberi inovasi, mencoba mewujudkan yang dulu nya mustahil menjadi bisnis yang menjanjikan. Hadir dengan ide kreatif yang menggetarkan semesta mencoba terlihat unik diantara yang lainnya.
Tapi, jika kita lihat kembali — kenapa begitu banyak perusahaan besar yang justru memiliki model bisnis yang kurang lebih sama. But with slightly differences. Sebut saja GO-JEK dan Grab. Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Lazada. OVO, Dana, dan GO-PAY. Mereka berebut pasar yang sama, tapi tanpa mencoba terlalu berbeda. Model bisnisnya sama, tapi entah kenapa — pengalaman dan kesan yang diberikan bisa berbeda.
Yang mereka lakukan merupakan pertarungan dalam strategi, dan bagaimana mereka melakukan itu? Mereka mengetahui kompetitor mereka dengan baik. And that what is called Competitor Analysis.
Jadi… apa itu Competitor Analysis?
Competitor Analysis merupakan sebuah cara untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, dan membandingkan apa yang kompetitor kita lakukan. Sederhananya, untuk mengetahui SWOT(Strength-Weakness-Opportunities-Threat) dari kompetitor kita.
Kenapa kita perlu Competitor Analysis?
Untuk mengetahui bagaimana cara untuk menghadirkan perbedaan yang dapat memberikan produk mu nilai lebih secara kreatif. Apabila produk mu merupkan produk baru, Competitor Analysis juga bisa kamu gunakan untuk lebih memahami lebih jauh mengenai jenis dan alur dari solusi yang sudah ada sekarang.
Kapan kita harus melakukan Competitor Analysis?
Bisa kapan pun, Competitor Analysis harus digunakan dengan baik ketimbang hanya saat di awal atau di akhir project. Iterasi!!!
Tapi ada beberapa waktu yang biasanya lumrah untuk melakukan Competitor Analysis, antara lain:
- Ketika perumuskan product requirement, Competitor Analysis bisa dilakukan di awal masa kuartal saat menentukan tujuan dari kuartal ini.
- Sebelum melakukan redesign, Competitor Analysis juga diperlukan saat kita ingin melakukan perubahan besar-besaran pada product kita.
- Ketika kompetitor melakukan perubahan besar, ketika kompetitor kita melakukan besar — ada baiknya untuk kita menganalisa kenapa kompetitor kita melakukan hal tersebut. Dan apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi perubahan tersebut.
Competitor Analysis tidak terbatas pada fitur dan spesifikasi produk, bisa saja berupa campaign strategy atau branding.
Lalu… gimana caranya melakukan Competitor Analysis?
Karena sudah paham apa dan kenapa kita harus melakukan Competitor Analysis, sekarang kita mulai bahas cara melakukan Competitor Analysis.
Tipe-tipe Competitor Analysis
Umumnya — Competitor Analysis terbagi menjadi 2, yaitu Desk Research (atau beberapa menyebutnya remote-research) dan yang kedua Talk to User.
Untuk Desk Research kita bisa melakukan analisa melalui internet, jurnal, dan lain sebagainya.
Talk to User tentunya dilakukan dengan berbicara dengan user aslinya. Bisa melalui survey, Guerilla Interview, IDI, atau ethno. (Untuk pembahasan User Research akan kita bahas lain waktu)
Tapi kapan kita Talk to User dan kapan kita Desk Research? Semua itu tergantung dengan apa yang kita ingin cari tau. Namun yang jelas, saat kita melakukan Talk to User kita akan mendapatkan insight yang lebih objektif dan tidak tercampuri opini pribadi kita. So — choose wisely…
Siapa sih kompetitor mu?
Sebelum memulai Competitor Analysis, kita harus menentukan siapa yang ingin kita selidiki dan kenapa kita menyelidikinya. Kompetitor kita terbagi menjadi 2, Direct Competitor dan Indirect Competitor. Apa bedanya? Sabar… kita bahas satu persatu.
Direct Competitor, kompetitor yang secara bisnis dan target pasar bersinggungan dengan kita. Dalam artian, mereka melakukan menjual hal yang sama dan kepada target pasar yang sama.
Contoh: Bukalapak dan Tokopedia, Indomaret dan Alfamart, Tiket.com dan Traveloka
Yang kedua — Indirect Competitor, bisa saja bisnis yang mencakup yang lebih luas atau lebih spesifik dan berisisan dengan bisnis kita. Saat kompetitor kita menjalankan bisnis seperti yang kita jalankan, namun tidak hanya itu yang ia jalankan. Atau pun sebaliknya.
Masih belum paham? Bagus!!
Indirect Competitor berlomba dalam area yang sama tapi saling beririsan pada beberapa bidang. Bisa saja proses bisnis mereka sama, namun target pasar mereka berbeda.
Contoh: Amazon dan Tokopedia, Indomaret dan Tokopedia.
Masih kurang contoh nya?
Bayangkan Traveloka dan Tokopedia. Keduanya sama sama menyediakan pembelian tiket kereta. Namun mereka berdua tidak hanya berjualan tiket kereta. Begitu juga dengan Traveloka dan KAI Access, meski KAI Access hanya berjualan tiket kereta, tapi Traveloka tidak hanya menjual kereta. Demikian juga dengan Traveloka dan Airy Room.
Seharusnya sih sudah cukup menjelaskan. Oke lanjut…
Apa yang mau dianalisa?
Selanjutnya, tentukan apa yang ingin kalian cari tau, identifikasi, dan bandingkan. Tentukan parameter dan metriks dari apa yang ingin kamu cari tau. Seperti:
- Perbedaan fitur
- Perbedaan alur
- Kelebihan dan kekurangan dari masing-masing journey
- Apa yang menjadi kekurangan kita, dan cari tau apa dampak yang diberikan dari perbedaan itu
Namun ingat, segala macam hal ini harus dilakukan dalam sudut pandang user. Jangan takut untuk mengakui produk mu vulnerable. Justru ini kesempatan untuk memperbaikinya.
Kalian juga bisa memetakannya dalam tabel perbandingan seperti berikut

Bisa juga kalian melakukan Deep Competitor Analysis dengan melakukan breakdown keseluruhan fitur, alur, dan journey dari kompetitor kalian dan tuliskan dalam satu dokumen terdedikasi. Kembali lagi, seberapa banyak dan besar effort dan waku yang ingin kalian alokasikan.
Cara lainnya, kalian juga bisa memetakan kompetitor kalian dalam diagram katersian seperti berikut

Tujuannya untuk mengetahui overall experience dari kompetitior kalian.
Next… kalo udah tau kelebihan dan kekurangan masing-masing… terus ngapain?
Jawabannya action tentunya. Disini kita coba simpulkan dan sintesa dari apa yang kita dapatkan dari proses analisa. Apa kesimpulannya? Dan apa rekomendasi aksi yang harus kita ambil? Jangan lupa jelaskan alasannya.
Summary
Jadi Competitor Analysis analysis merupakan cara untuk melihat dan mencari cara untuk beradaptasi dengan pergerakan kompetitor. Bisa dilakukan untuk apa saja dan kapan saja. Dengan cara terstruktur maupun sederhana. Tergantung waktu dan resource yang teralokasi.
“If you know your enemy and yourself, you need not fear the result of a hundred battles.
If you know yourself but not your enemy, for every victory you gained will also suffer a defeat.
If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle”
Sun Tzu — The Art of War

