Mengenal Information Architecture (IA)

Prolog: Kenapa harus mengenal IA?

Ketika kita ingin belajar tentang User Experience (UX), maka kita juga harus mau belajar juga segala hal yang berkaitan dengan UX, salah satunya adalah Information Architecture atau yang biasa disingkat dengan IA, kenapa? yuk mari mulai..

Apa itu Information Architecture?

Menurut web iaistitute.org,

Information architecture is the practice of deciding how to arrange the parts of something to be understandable.

atau dalam bahasa Indonesia-nya, Information Architecture adalah sebuah praktek memutuskan bagaimana menyusun bagian-bagian dari sesuatu untuk membuatnya lebih mudah dimengerti. Atau bisa lihat menurut uxbooth.com

IA is about helping people understand their surroundings and find what they’re looking for, in the real world as well as online.

atau dengan kata lain IA membantu orang memahami lingkungan mereka dan menemukan apa yang mereka cari, di dunia nyata maupun online.

Dengan kata lain, IA adalah penciptaan (pembuatan-penyusunan) struktur untuk website, aplikasi, atau proyek lainnya, yang memungkinkan kita untuk memahami di mana kita sebagai pengguna, dan mana informasi yang kita inginkan dalam kaitannya dengan posisi kita.

untuk mempermudah memahami IA, mari kita lihat gambar di bawah ini, gambar di bawah ini diperoleh dari link ini

dari tautan: http://userallusion.com/blog/wp-content/uploads/2010/10/ExplainIA-Poster-e1288327829483.gif

Information Architecture (IA) Ada di Sekitar Kita

Information Architecture terdapat di situs-situs yang kita gunakan, aplikasi-aplikasi dan software yang kita unduh, media-media cetak yang kita temui, dan bahkan tempat-tempat dimana kita berada.

IA yang baik membantu user untuk memahami lingkungan mereka dan menemukan apa yang mereka cari — di dunia nyata maupun online. Mempraktekkan IA, berarti kita melibatkan orang-orang (user) dan perusahaan tempat kita bekerja dengan mempertimbangkan struktur dan bahasa mereka (user) secara serius.

IA itu dasar UX

Banyak orang ingin tahu bagaimana IA berhubungan dengan UX. UX Designer mempraktekkan IA sehari-hari; keduanya berhubungan erat. Sederhananya, IA merupakan keterampilan penting dalam UX dan disiplin ilmu lainnya, seperti content strategy, technical writing, library science dan Interaction Design (IxD).

Output IA

Hasil output dari IA diantaranya penyusunan sitemap, hierarki/struktur, kategorisasi,menu, navigasi, dan metadata. Ketika seorang Content Strategist mulai memisahkan konten dan membaginya ke dalam kategori, ia melakukan praktek Information Architecture. Ketika seorang UX Designer membuat sketsa top level menu untuk membantu user mengerti di mana mereka berada di sebuah situs, ia juga mempraktekkan Information Architecture. Dengan singkat kata, kita sebagai UX Designer sebenarnya juga merupakan seorang Information Architect juga.

Ada pendapat lain atau tambahan tentang IA? Yuk mari ditunggu komentarnya di bawah :)

Artikel asli berasal artikel di web saya tahun 2017 di link ini.