HOOKED — Produk Membentuk Kebiasaan

Model Hook dan Buku Hooked-Nir Eyal

Fakta yang menarik bahwa 99% pemilik HP mengecek HP nya sekitar 15 menit setelah bangun pagi, apakah anda termasuk salah satunya?


Yups… tanpa kita sadari perkembangan teknologi sudah membentuk kebiasaan kita. Namun bayangkan bagaimana jika pembentukan kebiasaan itu dapat dikontrol oleh kita secara sadar. Artinya kita bisa mengatur sedemikian rupa agar produk kita akan menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Dan kabar baiknya… semua itu ada caranya!

Dalam bukunya yang berjudul Hooked- how to build the habit — forming products, Nir Eyal menjelaskan ada 4 tahapan siklus hook model yang nantinya akan kita bahas. Sebelum kita bisa mempengaruhi kebiasaan orang lain, kita perlu mengenal terlebih dahulu, apa itu kebiasaan?

Habits atau kebiasaan merupakan tindakan otomatis yang dikendarai oleh isyarat/petunjuk pada suatu situasi. Maksudnya situasi apa? Ya… berbagai kegiatan kita baik hal kecil atau bahkan yang tidak kita sadari.

Dalam bukunya Nir Eyal mendefinisikan 4 tahapan siklus hook model:

Hook Model

1. Trigger

Merupakan alat untuk mengendalikan kebiasaan. Ada 2 tipe trigger:

a. External

Sebuah produk yang membentuk kebiasaan dimulai dari trigger external seperti email, link, atau icon aplikasi di handphone.

Contoh:

Ada seorang wanita muda di Pennsylvania yang kebetulan melihat sebuah foto pada news feednya yang diambil oleh anggota keluarganya dari sebuah tempat di pedesaan. Foto tersebut sangat menyentuh hati wanita itu ditambah lagi sang wanita memang memiliki rencana berlibur bersama adiknya.

b. Internal

Ketika user mulai untuk mengotomasi isyaratnya, kebiasaan baru pun timbul dan menjadi bagian dari kegiatan rutin.

Contoh:

Ternyata setelah ditelusuri wanita itu, anggota keluarga wanita tersebut memang setiap pagi mengambil gambar-gambar indah ditempat dimana dia berada untuk diupload di home pagenya. Itu sudah berlangsung sangat lama dan memang anggota keluarnya itu merasa senang jika dapat berbagi kebahagiaan.

2. Action

Mengikuti trigger, datanglah action. Yaitu sebuah kebiasaan yang telah diantisipasi oleh sebuah reward.

Contoh:

Karena ia sangat tertarik dengan foto yang ada di news feed nya, sang wanita muda tersebut klik gambar tersebut dan membawanya ke aplikasi Pinters. Disana ternyata dia dipesonakan dengan gambar menarik selanjutnya.

3. Variable Reward

Seperti yang kita sudah singgung di point 2 bahwa action sudah diantisipasi oleh sebuah reward (hadiah). Namun hadiah seperti apa? Apakah dengan kita berikan hadiah saja sudah cukup?

Ya.. belum cukup! Jika dari anda mungkin pernah mendengar yang namanya feedback loop. Mudahnya ketika interaksi datang dan kita tanggapi seperti itu terus polanya. Kalo gitu sama saja dong dengan reward? Ada orang datang kita berikan hadiah yang menyenangkan mereka?

Nah… itu dia kenapa kita sebut variable Reward. Disini kita menambahkan beberapa hal berbeda-beda untuk dicampur. Andaikata sesuatu yang misterius (Sesuatu yang baru dan menarik minat kamu) menghampiri kamu setiap kamu membuka news feed. Tentunya kamu akan selalu membuka newsfeed kamu.

Untuk itu dapat dikatakan bahwa Variable Reward itu merupakan salah satu tools yang paling powerfull dan harus di implement! Bagaimana membuatnya? Nantikan di kisah selanjutnya #SokMisterius. Ini saya berikan contoh.

Contoh:

Ketika si wanita tadi di pinterst, ia tidak hanya melihat gambar yang diposting anggota keluarganya tapi juga ia disajikan dengan banyak gambar menarik lainnya. Gambar yang muncul related dengan ketertarikannya dan akhirnya ia menghabiskan banyak waktu di pinterst.

4. Investment

Fase akhir dari model hook adalah dimana user melakukan tindakan kecil. Fase ini disebut dengan fase investasi. Perlu kita ketahui bahwa fase ini akan meningkatkan ketidak nyamanan user, jadi perlu penanganan tersendiri untuk fase ini.

Investasi yang terjadi ketika user meletakan beberapa waktu, data, tenaga, bahkan uangnya terhadap aplikasi kita.

Contoh:

Ketika wanita tadi tertarik dengan foto-foto lainnya, ia melakukan pinned pada beberapa photo sehingga ia tidak harus kehilangan foto-foto yang ia suka.

Menarik bukan? Tenang saja… banyak hal dari buku tersebut yang masih belum saya ulas disini (ada juga beberapa penambahan/pengubahan contoh agar lebih mudah dipahami). Pada postingan berikutnya saya akan menceritakan lebih dalam tentang trigger. Apabila ada kesalahan dalam penulisan artikel ini saya mohon maaf, akhir kata saya ucapkan terima kasih.


Anyway… Buat yang mau follow dribbble saya boleh di www.dribbble.com/adithandoko