You’re The Worst Season 3 Sentuh Sisi Gelap Mental Illness

Photo credit: You’re the worst

You’re The Worst menciptakan standar baru di genre komedi sejak awal kemunculan season pertama di tahun 2014. Pendekatan yang raunchy sekalian mentakel berbagai isu utama seputar definisi “I love You”, kecemasan individu di usia 30-an, pernikahan dan kesehatan jiwa; membuatnya disebut tayangan TV terbaik saat ini.

Sekarang mari bahas season terbaru mereka. You’re The Worst memberikan pendekatan yang lebih gelap di season 3. Mental illness masih menjadi tema penting yang ditonjolkan sang sutradara, Stephen Falk. Dia mengeksplor lagi dampak-dampak kesehatan mental, mulai depresi hingga PTSD atau post-traumatic stress disorder.

Karakter utama yang terlibat mengilustrasikan perjuangan mengatasi kesehatan mental serta efeknya terhadap keintiman relationship. Misalnya, Jimmy menunjukkan gejala ketidakberesan emosi saat menghadapi personal loss. Gretchen berusaha membantu Jimmy lewat usahanya yang “unik”. Di sisi lain, karakter yang diperankan Aya Cash itu sendiri sedang menjalani perawatan depresi bersama seorang terapi, yang justru mengubah Gretchen jadi mimpi buruk bagi profesi psikiater manapun.

Bukan saja Jimmy dan Gretchen yang mendapatkan treatment dark dari penulis skenario dan sutradara. Edgar, room-mate Jimmy dan veteran yang mengalami PTSD sepertinya mendapatkan atensi lebih di season 3. Efek samping obat-obatan PTSD menimbulkan musuh baru bagi Edgar. Dia diberi porsi lebih demi menunjukkan apa yang sebenarnya dirasakan veteran dari tanggung jawab negara saat harus kembali bermasyarakat.

Sahabat Gretchen, Lindsay masih belum tahu apa yang dia inginkan. Apakah sebenarnya dia ingin serta siap menjadi seorang ibu atau tidak? Tidak jarang kecemasan ditambah ketakutan Lindsay mengubah karakternya jadi dark serta violent terhadap suaminya, Paul.

Perubahan-perubahan karakter ini mendorong alur dan tema You’re The Worst semakin dalam dan menarik diikuti. Seperti judul salah satu episode di season 3, Fix Me Dummy, pada akhirnya karakter-karakter yang ditampilkan di sini adalah cerminan orang-orang yang ingin merasa baikan atas kecemasan terbesarnya, yakni growing up.

Bahkan, saya pikir You’re The Worst adalah tayangan paling punk rock yang ada di TV atau ya di internet hari ini. Tentu ini bukan punk rock soal musik namun kita dapat melihatnya dari sisi etik melawan kenormalan norma atau kepercayaan sehari-hari. Nah, jika sempat silakan tonton saja.