3 Hambatan Yang Bisa Mengganggu Untuk Memenuhi PanggilanNya

Sejak saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan, saya percaya bahwa Tuhan punya sebuah rencana untuk saya. Dan bukan hanya sekedar rencana tapi sebuah rancangan terbaik. Masuk dalam sebuah universitas kristen, saya belajar bahwa setiap kita punya panggilan dari Tuhan dan itu dapat dihidupi lewat karir kita.

Dalam Yeremia 29:11 dikatakan “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Tapi bagaimana jika keinginan kita berbeda dengan kehendak Allah? Sungguh berbahaya jika kita salah mengartikan ayat ini. Kita jenuh dengan budaya yang mengatakan kejarlah panggilan dan apa yang menjadi gairah di hidupmu agar hidupmu berarti. Karenanya, kami meminta Allah untuk masuk dalam kehidupan kita dan menjawab doa dengan cara yang kita inginkan.

Keinginan kita tidaklah selalu menjadi bagian dari ‘panggilan’ kita.

Berikut adalah tiga hambatan yang mungkin kamu alami saat mencoba untuk hidup dalam panggilanNYA

1. Takut
Ketika mencoba untuk menemukan apa panggilan Tuhan melalui karir, saya mengabaikan keinginan pribadi. Melihat apa yang menjadi gairah dan kemampuan yang saya miliki, saya pun melamar di beberapa lowongan pekerjaan. Menyelesaikan studi pasca sarjana sambil menunggu jawaban tuhan untuk membuka sebuah pintu.
Tapi ketika sebuah pintu dibuka, saya bertanya-tanya, “Apakah ini pilihan terbaik Tuhan untuk saya? Apakah ini jalan yang benar?”
Jadi, saya mengambil waktu untuk berdoa. Saya bertanya kepada teman dan keluarga. Saya mencari jawaban apakah itu rencana Tuhan atau bukan. Apakah saya mengambil jalan yang salah? Bagaimana jika pintu ini ternyata bukan dari Tuhan?
Di tengah ketakutan, saya kehilangan tujuan untuk apa Tuhan memanggil saya. Saya seakan membeku dengan keyakinan bahwa Allah memiliki satu rute yang sempurna namun saya tak melihatnya terjadi. Tuhan tidak selalu meminta kita untuk mengejar sebuah karir yang sempurna.

Mari kita jujur, nyatanya tidak ada karir yang sempurna.

Saat kita terjebak dengan itu, kita menanti rasa damai dan penegasan bahwa ada pintu terbuka di depan kita dan memastikan itu panggilanNYA bagi kita. Terkadang, kita butuh untuk mengambil sebuah ‘lompatan’ iman. Jika kamu sudah berdoa dan mencari arah Tuhan dari teman dan keluarga, mungkin sudah waktunya untuk berjalan melalui pintu itu.
Ketika mencari hal utama, kita harus meletakkan kepuasan kita dibawah kemuliaan Tuhan.Tuhan meminta kita hidup untukNYA ada dalam pilihan utama. Jika kamu memilih jalan yang dapat atau akan memuliakan Allah, itu adalah jalan yang benar.

2. Fulfillment / Pemenuhan Hasrat Terdalam
Permasalahan lain dalam menemukan panggilan hidup adalah fulfillment. Fulfillment adalah sebuah perasaan kepuasan telah mencapai apa yang diinginkan. Langkah pertama yang diambil dalam menemukan panggilan Allah dalam hidup kita adalah mempertimbangkan apa yang DIA sukai. Tapi ini akan memakan waktu yang cukup panjang.
Saat kita menempatkan fulfillment sebagai yang terutama, kita meletakkan kepuasan pribadi diatas kemuliaan Tuhan. Ketika hal itu terjadi, maka tujuan kita pun terlupakan. Dampaknya, kita akan terjebak dalam kebingungan untuk menetapkan langkah selanjutnya.

Tuhan terkadang meminta kita untuk belajar melalui hal yang rasanya kurang menyenangkan. Apakah itu gaji yang lebih kecil atau mencoba banyak pekerjaan. Terkadang Tuhan juga menempatkan kita di tempat yang rasanya jauh dari apa yang dianggap menyenangkan atau menguntungkan.

Tuhan ingin kalau fulfillment kita adalah dariNYA. Memuliakan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah fulfillment yang sesungguhnya kita cari.

3. Merasa Ditinggalkan
Terakhir, ketika kita menempatkan segala sesuatu sebagai prioritas sebelum Tuhan, kita benar-benar menyerahkan hidup pada dewa yang salah. Kita menciptakan berhala.
Apakah kamu melihat sebuah karir karena uangnya? Apakah kamu berharap bekerja untuk memiliki kekuasaan dan kontrol? Apakah kamu berharap dengan membantu mereka yang membutuhkan untuk melakukan pembenaran atas diri sendiri? Berhala tidak akan memberikan peringatan dan hal itu akan terus menjalar kedalam keinginan dan harapan kita saat kita terus membiarkannya terjadi.

Di saat kita membiarkan berhala ini masuk dalam motivasi kita, hasilnya kamu dan saya akan merasa ditinggalkan Allah.

Ketika Allah meminta kita untuk mengikutiNYA, DIA berkata untuk menempatkan hal duniawi dibelakang alias bukan prioritas utama. Sangat penting buat kita sekarang untuk melihat jauh kedepan dan jujur terhadap diri sendiri apa yang sebenarnya menjadi motivasi kita, apakah ada berhala yang bersembunyi dibalik motivasi tersebut. Jangan berpaling dari Allah dalam pencarianmu.

Baca juga: Bagaimana Cara Menumbuhkan IMAN?

Panggilan Utama
Tuhan memanggil kita untuk hidup bagi kemulianNYA setiap hari. Apakah pekerjaan kita mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia atau hanya berdampak mempengaruhi satu jiwa, yang terpenting kemuliaanNYA dinyatakan dalam kita.

Jangan membuang waktu untuk mencari rencana yang sempurna sehingga lupa melangkah. Jalanilah kasih Tuhan sekarang. Ambil sebuah resiko, jalanlah melewati sebuah pintu dan tempatkan hatimu di tanganNYA. Hidup sepenuhNYA bagi DIA dalam apapun yang kamu lakukan dan tujuan hidupmu akan tercapai.

Panggilan kita bukanlah karir yang sempurna, tapi hidup bagi kemuliaanNYA setiap hari. Lihatlah setiap saat sebagai kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membawa jiwa-jiwa kepadaNYA.