Aku Baik-Baik Saja

Saya sering geli melihat respon orang lain ketika ada seseorang yang berkata “aku ngga apa-apa kok”. Pasti disindir, “yakin ngga apa-apa?”

Hahahaa, banyak quote di medsos yang sering bilang bahwa kalau ada seseorang yang berkata “aku ngga apa-apa” justru sedang ada apa-apa dalam hatinya. Hayo, iya ngga? Yang baca sambil senyum-senyum sendiri pasti ngalamin xixixi.

Kita emang ngga pernah tahu ya apa yang sebenarnya sedang dialamai orang lain. Kalau kita ngga tanya, kita ga bakalan tahu. Atau kita udah tanya, tapi dia ngga mau kasih tahu. Well, manusia kadang tuh suka berusaha menyembuhkan luka yang dia alami. Luka bukan arti sebenarnya karna jatuh dari pohon loh ya, tapi luka didalam hati. Boro-boro menyembuhkan, yang terjadi kebanyakan adalah berusaha menutupi dan melupakan luka yang dia rasakan. Eitss,,, tapi jangan salah, luka kalau ngga diobatin justru malah semakin parah loh.

Sayangnya, tak jarang kita lebih banyak memilih menyembuhkan luka itu dengan cara kita sendiri. Misal dalam berelasi dengan lawan jenis / pacaran, disakiti, putus, merasa tersakiti, akhirnya cepat-cepat mencari pengganti yang baru dengan harapan lukanya terobati. Tahu nggak, cara itu ibarat kita lagi benerin gelas pecah pakai lem, tapi kita ngga tahu, pecahannya yang lain hilang dimana. It doesn’t work. We can’t fix it by our self. Percayalah, luka yang ngga diobatin, ngga bisa bikin hati kita “baru” lagi.

Ia menyembuhkan orang yang patah hati, dan membalut luka-luka mereka.(Mazmur 147:3)

Lalu gimana caranya biar kita bener-bener “baik-baik aja”? Kita semua tahu, siapa yang menciptakan kita. Ya! Tuhan semesta alam. Maha penguasa bumi dan segala isinya, termasuk hati kita. Kalau kita lagi terluka, tersakiti, please come to Him. Cuma Dia yang mampu mengobati segala luka hatimu. Kenapa? Ya karna Dia yang “membuat” hati kita. Biasanya, kalau tangkai gitar rusak atau patah, kita benerin ke orang yang ahli bikin gitar. Ngga mungkin kita benerin sendiri, karna kita ga bisa. Demikian hati kita, guys. Jika orang lain berkata, “waktu yang akan menyebumkan lukaku”, tapi tetap ngga ngapa-apain ya sama aja, ga bakalan sembuh, justru malah jadi kemana-mana.

So, luka hati gabisa sembuh karena berjalannya waktu. Ngga bisa sembuh juga jika kita udah menyibukkan diri sama aktifitas kita. Luka hati itu ngga seperti angin yang datang sesuka hati. Luka itu pasti ada penyebabnya, dan harus diobati. Jadi, kita harus datang kepada pembuat hati kita dan Dia yang akan sembuhkan luka hati kita.

***Author by Ave Adare

Klik disini untuk download app yesHEis