are You the One?

yesHEis Indonesia
Sep 6, 2018 · 2 min read
“man and woman holding hands together in field during daytime” by Pablo Heimplatz on Unsplash

Mencari dan menemukan pasangan hidup itu ga sesimpel dan seindah menonton film Cinderella, karena butuh yang namanya melalui proses. Ada yang melalui proses menemukan pasangan hidupnya cepat, tapi ada juga yang lama. Ya, walapun sebenarnya cepat atau lama itu tergantung perspektif kita melihatnya sih. Nah, dalam proses mencari pasangan biasanya kita sudah memiliki beberapa kriteria, entah itu penampilan, karakter, latar belakang dan lain sebagainya. Ya, apapun kriteria yang kamu buat pertanyaan terpenting yang harus kamu renungkan adalah, apakah kamu dan pasanganmu sudah menemukan Tuhan di hidupnya?

Sebelum menemukan pasangan hidup, kita harus menemukan Tuhan terlebih dahulu.

Kalau kamu belum menemukan Tuhan atau pasanganmu belum menemukan Tuhan dihidupnya, trus hubungan kalian dibangun diatas apa? Cinta? Jangan lupakan perumpaan orang yang bijaksana dan orang yang bodoh (Baca: Matius 6: 24–27).

Hubunganmu dengan Tuhan akan mempengaruhi bagaimana kamu berhubungan dengan sesama termasuk dalam menjalin relasi dengan pasanganmu. Ingat, menikah itu sekali seumur hidup. Makanya, kalau lagi dating alias pacaran jangan private, justru waktu inilah jadi kesempatan untukmu untuk mengenalkannya dengan lingkunganmu dan lihatlah bagaimana reaksi orang terdekatmu karena tak jarang saat jatuh cinta kita jadi ‘buta’ #ups. Nanti, kalau udah nikah baru private jangan kebalikannya.

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? ( 2 Korintus 6:14)

Apakah pasanganmu punya tujuan hidup yang jelas?
Kalau tujuan hidup kamu dan pasanganmu gak jelas, mau dibawa kemana hubungan ini?

Baca juga: Pacaran Beda Agama

Lalu pastikan bibit, bebet, bobot pasanganmu.(Apa sih yang di maksud bibit bebet bobot?)
Bibit, membahas tentang keluarga.Bagaimana latar belakang pasanganmu, bagaimana dia dibesarkan dan dididik? Apakah dia dibesarkan di dalam Tuhan?
Bebet adalah tentang etos kerja pasanganmu, apakah dia seorang pekerja keras? Rajin? namun tetap bersandar kepada Tuhan akan kebutuhan hidupnya?
Bobot adalah kualitas diri seseorang.
Sebagai anak Tuhan kita tahu bahwa kita harus menjadi serupa dengan Kristus, nah bagaimana dengan pasangan kita, punya karakter Kristus ga?

Dari penjelasan diatas coba lihat dan pikirkan lagi ya. Juga tanya pada diri sendiri, apakah kamu sudah jadi pasangan yang sepadan buat dia?

Kalau kamu masih galau, apakah bernar dia orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidupmu atau bukan, tonton deh video “are You the One?” di app yesheis. Belum punya? Download disini !

Klik disini untuk download app yesHEis

The Journey oleh yesHEis Indonesia

yesHEis Indonesia

Written by

yesHEis memperlengkapi orang percaya untuk menyentuh hidup orang lain dan memberitakan kabar keselamatan melalui internet, gadget dan sosial media.

The Journey oleh yesHEis Indonesia

Inspiring you to live a life on Mission

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade