Cerita Dibalik Lagu “Christ is Enough — Hillsong”

Ingatkah kamu bagaimana dulu saat pertama kali menerima Yesus sebagai juruselamatmu ?

Reuben Morgan membagikan sebuah kesaksian yang powerful tentang betapa sederhananya cinta mula-mula kita dulu saat pertama kali menerimaNYA sebagai Tuhan dan Juruselamat.Sekitar dua ratus tahun yang lalu, terjadi revival (kebangkitan) besar yang melanda negara Wales. Seperti yang kita ketahui, dimana ada kebangunan rohani, maka akan bermunculan juga orang-orang yang siap diutus untuk melakukan penginjilan. Dengan hati yang menyala-nyala dan kasih karuniaNYA, mereka memberitakan Injil ke empat penjuru bumi untuk menjalankan Amanat Agung.

Banyak diantara mereka yang Tuhan bawa ke India, dimana saat itu wilayah disana masih dikuasai oleh suku-suku dan berhala kepada dewa-dewa. Jelas, itu adalah tempat yang berbahaya, khususnya di wilayah timur laut Assam, di mana praktek pemenggalan kepala terjadi. Kepala manusia dipotong menjadi bentuk mata uang dan simbol kekuasaan dan ketakutan.

Sebagai misionaris, mereka mulai memberitakan Kabar Baik di seluruh Assam dan berhasil mengubah satu keluarga menjadi percaya Yesus. Namun, hal ini memicu kontroversi. Sang Kepala suku marah dan mengamuk terhadap keluarga yang telah memeluk agama baru ini . Agama yang dibawa oleh orang luar berkulit pucat.

Semakin kepala suku itu menekan dan mengancam, iman keluarga itu, terutama sang suami justru makin menguat. Dia mulai memberitahu orang lain tentang Kristus, dan dia melihat banyak orang mulai memilih untuk mengikuti Yesus. Tentu saja, ini membuat kepala suku lebih marah hingga suatu hari seluruh orang di desa itu dipanggil untuk rapat.

Di hadapan semua orang pria dan keluarga tersebut diperintahkan untuk meninggalkan iman mereka pada Yesus.Namun tak satu pun dari mereka yang melakukannya. Sebaliknya, pria tersebut malah mengeluarkan kata-kata sederhana:
“Saya telah memutuskan untuk mengikuti Yesus
Tidak ada jalan kembali, tidak ada jalan kembali”

(I have decided to follow Jesus, No turning back — no turning back)

Hal ini membuat kepala suku bertambah marah, dan ia memerintahkan pemanah untuk membunuh kedua anak dari pria tersebut. Setelah anak-anak tadi meninggal, kepala suku memerintahkan pria dan keluarganya untuk segera meninggalkan iman mereka. Sekali lagi, meski di tengah ketakutan yang besar jawabannya pria tersebut sungguh luar biasa:

“Meskipun tidak ada yang bergabung dengan saya, 
saya akan tetap mengikuti Yesus
Tidak akan kembali, tidak akan kembali”

(Though no one joins me, still I will follow, No turning back, no turning back)

Melihat hal itu kepala suku tersebut memerintahkan untuk membunuh istrinya. Darah pun segera menetes ke bumi, namun pria tersebut tetap matanya tertuju pada Yesus dan berseru:

“Salib di depanku, dunia di belakangku
Tidak ada jalan kembali, tidak ada jalan kembali.”
(The cross before me, the world behind me, No turning back, no turning back)

Dan akhirnya, sama seperti istri dan anak-anaknya, pria itu dibunuh. Para petobat lainnya menyaksikan hal tersebut sambil menunggu nasib mereka sendiri. Namun, hal itu membuat kepala suku itu sangat terganggu. Bagaimana bisa orang ini menunjukkan keberanian seperti itu? Siapa itu Yesus Kristus hingga dia rela menyerahkan nyawanya sendiri? Kuasa apa yang dimiliki Allah baru ini?Tertegun, kepala suku pun jatuh berlutut. Dia telah melihat begitu banyak kematian dalam hidupnya — tetapi tidak pernah melihat kematian seperti ini. Hanya ada satu pilihan. Dia, dan seluruh warga desanya akan mengikut Yesus.

Ketika kita mengikut Yesus, terkadang kita membuat hal-hal menjadi rumit. Kita mulai menambahkan berbagai hal untuk memuaskan kehendak kita. Jika diawalnya kita yakin bahwa Kristus CUKUP, kemudian kita malah mengubah rumusnya menjadi;

Kristus + Gereja = CUKUP
Kristus + Teman = CUKUP
Kristus + Pelayanan = CUKUP

Ga hanya sampai disitu, kita kemudian mulai menambahkan hal-hal lainnya seperti kekuasaan dan pengaruh, kenyamanan dan kekayaan. Rasanya kalau kita sudah punya hal-hal itu hidup ini baru terasa indah. Tanpa sadar kita mulai berjalan begitu jauh dari hari-hari pertama kita mengenal Yesus dan menyimpang jauh dari rencanaNYA.

Tapi Kabar Baiknya, selalu ada undangan untuk kembali kepadaNYA. Selalu! Mengapa? Karena Kristus adalah CUKUP. Kita ga perlu menambah apapun atau mengandalkan apa pun selain pribadiNya. Sungguh sederhana kebenaran yang mengubah hidup ini; Kristus cukup bagiku (Christ is enough).

Apakah kita masih merasa cukup kalau ada harta di hidup kita?Apakah kita merasa cukup bila ada orang-orang terkasih di sekitar kita?Apakah kita merasa cukup bila ada keluarga rohani di hidup kita?Apakah kita merasa cukup bila ada kekuasaan dalam hidup kita?

Pertanyaan pentingnya adalah Bagaimana kalau semua itu diambil daripadamu? Masihkah kita merasa hanya YESUS saja cukup bagiku? CHRIST IS ENOUGH.

*** diambil dari sumber: kotbah Reuben Morgan (Worship Leader Hillsong)