Cerita Prashant — Saya Harus Percaya

yesHEis Indonesia
Nov 6 · 2 min read

Tuhan punya cara yang unik untuk mengajar kita, dan seringnya Dia mengajarkan kita bagaimana menumbuhkan iman percaya kita pada Tuhan.

Tahun lalu, saya sedang dalam masa dimana hidup saya tidak berjalan seperti apa yang saya inginkan dan saya merasa kalau Tuhan tidak memakai saya. Saya berpikir, “ Saya tidak mungkin membagikan iman saya dengan seseorang, itu bukan urusan saya. Apa artinya membagikan iman saya? Apakah saya harus menjadi seorang missionaris? Pertanyaan itu terus ada dalam pikiran saya.”

Kira-kira di waktu yang sama, saya mulai bergabung dengan sebuah klub fitness. Saya pergi ke gym setiap hari. Tidak peduli apa yang saya kerjakan setiap hari, setiap jam 8 malam, saya harus ada di gym. Saya menjadi bagian dari sebuah komunitas fitness yang luar biasa. Grup kami sangat kompak dan menjadi sangat dekat setelah beberapa bulan kami fitness bersama. Faktanya, mereka bahkan membuatkan surprise party buat ulang tahun saya.

Beberapa dari kami adalah orang kristen tapi mayoritas dari anggota grup ini bukan orang percaya.

Untuk beberapa alasan, ide untuk ngobrol tentang Yesus dengan mereka sepertinya tidak tepat. Tapi Tuhan punya rencana yang lain.

Hari itu adalah hari Sabtu dan beberapa dari kami memutuskan untuk pergi ke gym dan latihan disana. Tempat gym itu biasanya sepi waktu weekend jadi kami punya kebebasan untuk memutar lagu dan bisa melakukan latihan dengan lagu-lagu worship.

Kebetulan salah satu pria yang ada di gym pada saat itu bukan orang percaya. Kami ada di tengah-tengah latihan dengan diiringi sebuah lagu dari Hillsong, “Mighty To Save”. Beberapa menit kemudian, dia menghampiri kami dan bertanya apakah kami yang memutar lagu itu. Kami membenarkan hal itu dan kemudian ia mulai menjelaskan pada kami bahwa musik itu membuat dia merasakan kedamaian.

Singkat cerita, kamipun mulai ngobrol tentang Yesus dengan dia, bahkan kami berdoa bersama di akhir latihan.

Melihat kebelakang, saya menyadari masalahnya adalah ketika keputusan untuk bercerita selalu bergantung pada saya dan kemampuan saya untuk bisa membagikan iman saya.

Saya ingin Tuhan memakai saya tapi saya tidak siap untuk mempercayaiNya.

Ketika kita percaya kepada Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa, Dia akan membuka banyak kesempatan untuk kita bisa berbagi iman kita dengan orang-orang yang kita temui.


Klik gambar diatas untuk install app yesHEis

The Journey oleh yesHEis Indonesia

Inspiring you to live a life on Mission

yesHEis Indonesia

Written by

yesHEis memperlengkapi orang percaya untuk menyentuh hidup orang lain dan memberitakan kabar keselamatan melalui internet, gadget dan sosial media.

The Journey oleh yesHEis Indonesia

Inspiring you to live a life on Mission

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade