Godly Man

Apa itu “Godly Man”? Mungkin ada sebagian dari kalian yang mendeskripsikan “Godly Man” adalah orang yang cinta Tuhan, yang punya karakter seperti Yesus. Ga salah sebenernya deskripsi itu. Tapi mari kita bahas lebih detail lagi seperti apa sebenarnya seorang “Godly Man” itu.

1. Punya tujuan hidup yang spesifik dan jelas.
“Godly Man” adalah pria yang tahu dengan jelas apa yang Tuhan ingin dia lakukan di dunia ini. Dia tahu tujuan hidupnya secara spesifik dan jelas. Tujuan yang dimaksud disini bukan tujuan seperti menyenangkan hati Tuhan, melakukan kehendak Tuhan, itu terlalu mengambang. Tujuannya harus spesifik dan rinci. Mengapa “Godly Man” harus tahu tujuan hidupnya? Karena sebagai seorang pria, kalian diciptakan untuk menjadi pemimpin. Bisa bayangkan seorang pemimpin tetapi tidak memiliki visi? Itulah sebabnya seorang “Godly Man” harus mengetahui tujuan hidupnya dengan spesifik supaya ia bisa memenuhi rencana Tuhan dalam hidupnya. Kalau saat ini mungkin kamu belum mengetahui apa tujuan hidupmu di dunia ini, berdoalah, tanya Tuhan apa yang Dia mau kamu lakukan dengan hidupmu, dan mulailah melakukannya.

2. Kejujuran
Guys, berhentilah berpura-pura dan mulailah menjadi seorang pria yang jujur. Jujur dengan kelebihanmu, kelemahanmu, pergumulanmu, harapanmu, mimpi-mimpimu, ketakutanmu.Tidak perlu ditutup-tutupi. Hidup kalian tidak akan menjadi hebat dengan berpura-pura. Hidup kalian tidak akan tenang dengan membuat kebohongan hanya untuk membuat kalian terlihat hebat. Beranilah untuk menunjukkan keputusanmu. Jangan mendua hati. Bila ya katakan ya dan bila tidak katakan tidak. Seorang “Godly Man” adalah seorang pria yang tidak menyembunyikan kenyataan yang ada. Mereka tidak lari dari kenyataan, tetapi berani menghadapi kenyataan dengan kejujuran.

3. Kekudusan
Seorang “Godly Man” akan memegang teguh nilai-nilai Kristus dalam hidupnya.”Godly Man” akan mengatakan tidak untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan firman dan ia akan menjaga kekudusannya karena ia mengasihi Tuhan. Godaan akan selalu ada tapi dibutuhkan respon yang tepat untuk menghadapinya. Belajarlah dari Yusuf . saat pencobaan itu datang, lari, jangan malah menghampiri.

4. Kekuatan
Bukan kekuatan otot atau fisik yang dimaksud disini. Kekuatan yang dimaksud disini adalah kekuatan untuk tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kekuatan yang mau selalu mengandalkan Tuhan dan bukan mengandalkan diri sendiri. Kekuatan ini bisa diperoleh saat seorang “Godly Man” memiliki hati yang besar, hati yang mau dibentuk. Ia memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Sehingga saat pencobaan/ masalah itu datang, dia akan tetap berdiri dengan memegang teguh nilai-nilai dari firman Tuhan dan tetap teguh dengan imannya. Dia kuat karena ada Tuhan yang menopang hidupnya.

5. Kasih
Seorang “Godly Man” pasti memiliki kasih Yesus. Ia akan mudah untuk memaafkan, mau belajar untuk mengerti dan menerima orang lain. Tidak mudah marah & emosi. Sehingga orang yang berada di dekatnya bisa merasakan ada kasih Yesus yang mengalir melalui hidupnya.

Sudahkah kamu menjadi “Godly Man” ? Pastikan kamu terus bertumbuh di dalam Kristus. Jangan berkecil hati kalau kamu merasa kamu belum menjadi “Godly Man” tapi jadikan itu motivasi dalam hatimu untuk terus berusaha menjadi serupa dengan Kristus. Tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini. Tapi belajarlah untuk mulai melakukan yang terbaik dalam setiap hal-hal kecil maka Tuhan akan memampukan kamu melakukan banyak hal-hal besar dalam hidupmu.