Stand Firm and Unshaken

yesHEis Indonesia
Nov 4 · 2 min read

Dalam kehidupan sebagai orang percaya, saya yakin setiap kita dipanggil Tuhan untuk melakukan bagian kita sesuai dengan rencanaNya yang ajaib. Setiap kita mempunyai panggilan yang berbeda-beda. Nah, terkadang dalam berjalan sesuai dengan panggilan Allah tersebut, kita menghadapi berbagai tantangan yang bisa saja menggoyahkan iman kita. Ada kalanya Tuhan ijinkan badai datang dalam kehidupan kita. Namun firman Tuhan menginginkan kita untuk tetap berdiri teguh, ga goyah dan selalu giat dalam pekerjaan Tuhan.

Lalu apa sih yang perlu kita lakukan agar tetap kuat dan tidak tergoyahkan oleh setiap rintangan yang menghalangi?

Yang pertama adalah menguasai diri. Loh, kenapa harus menguasai diri? Sebab dalam perjalanan melakukan panggilan Tuhan tak jarang rintangan pun muncul. Jika kita tidak bisa menguasai diri, kita akan jatuh ke dalam dosa. Penguasaan diri akan mempengaruhi respon yang diambil saaat menghadapi rintangan. Jika kita meresponi masalah dengan respon yang salah yang ada kita malah jatuh dalam dosa.

Untuk dapat mengusai diri, perlu ada sebuah “pagar” yang membentengi hidup kita. Pagar yang dimaksud bukan pagar rumah ya melainkan firman Tuhan. Sebab firman Tuhan akan membantu kita untuk tetap menguasai diri dan memberi petunjuk. Intinya perlu persekutuan dengan firman Tuhan setiap hari, supaya kita ga lari dari jalurNya.

Kedua, kita perlu bersabar dalam penderitaan.
Hal ini mungkin tidak mudah untuk dilakukan. Sebab bersabar dalam penderitaan membutuhkan sebuah kerelaan hati yang kuat apalagi saat kita melakukan panggilan yang telah Allah berikan. Paulus memberikan banyak sekali teladan kesabaran terhadap penderitaan dimasa ia melayani. Kesukaran tidak membuat Paulus menyerah dengan keadaan, bahkan meninggalkan imannya terhadap Kristus. Namun, hal itu membuat Paulus mengerti, bahwa kesabarannya terhadap penderitaan yang harus ia tanggung karena pemberitaan injil, akan membawanya kepada mahkota kehidupan kekal yang telah dijanjikan oleh Tuhan.

Ketiga, tetap lakukan pekerjaan imanmu dengan setia sampai akhir.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi satu jam setelah ini, apalagi kapan kita akan mati. Tetapi selama kehidupan masih terus diberikan, itu tandanya kita harus tetap setia mengerjakan bagian kita sesuai dengan rencana Allah. Pengkotbah 11:6 berkata, “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”

Dunia semakin jahat, tantangan dan hambatan akan semakin sukar. Namun Tuhan ingin kita tetap teguh dalam panggilan, dan menyelesaikannya sampai akhir dengan setia.

By His grace,
Ave


Klik gambar diatas untuk install app yesHEis

The Journey oleh yesHEis Indonesia

Inspiring you to live a life on Mission

yesHEis Indonesia

Written by

yesHEis memperlengkapi orang percaya untuk menyentuh hidup orang lain dan memberitakan kabar keselamatan melalui internet, gadget dan sosial media.

The Journey oleh yesHEis Indonesia

Inspiring you to live a life on Mission

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade