Frekuensi posting untuk setiap saluran media sosial

Seperti Anda ketahui, mendapatkan update terkini di zaman sekarang tidaklah sulit. Info seperti dibukanya kafe baru di area kamu atau mengetahu adanya paket concert trip Idola mu bisa dengan cepat Anda temukan melalui social media. Anda pun bisa langsung merespons dengan meng-klik ‘share’ segera. Dalam sehari, tak terhitung ada berapa banyak info baru yang Anda temukan melalui socmed.

Memang tidak ada angka yang sempurna untuk menggambarkan seberapa sering Anda posting info di socmed. Namun jika tiap membuka Twitter dan Facebook, selalu status Anda yang muncul pertama kali di layar, orang lain mungkin saja berpikir bahwa Anda tak punya pekerjaan berarti alias pengangguran. Sebaiknya, jagalah frekuensi tweet Anda secara matematis. Dengan begitu Anda bisa mempertahankan exposure yang sehat dan konsisten pada timeline Anda.

Inilah penelitian dari Buffer telah mengungkapkan tentang optimal frekuensi posting untuk setiap saluran media sosial:

  • Facebook — 2 kali per hari
  • Twitter — 3 kali per hari
  • LinkedIn — 1 kali per hari
  • Google+ — 3 kali per hari
  • Pinterest — 5x per hari
  • Instagram — 1,5 kali per hari

Perhatian utama di media sosial tentu saja konten yang berharga. Pada akhirnya orang tak akan peduli lagi berapa kali Anda ngepost bila konten yang Anda share berguna buat mereka. Pikirkan mengapa Anda mau mem-follow seseorang, demikian juga sebaliknya. Apakah Anda menarik, lucu, helpful, atau conversational? Jika konten yang Anda share tidak menarik dan bermuatan negatif, dengan sendirinya followers Anda lambat laun akan berkurang.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.