Angel & Demons #Misi21 #7
Hari ini banyak keseruan yang hadir di Amonia. Experiment pencarian fokus topik Cozora pertama telah dilakukan. Lalu, tadi sore juga senang sekali melihat anak intern Cozora: Ashari bisa tertawa menyelesaikan kodingan yang sudah stuck dari kemarin, hihi. Diakhiri pula dengan pelatihan selanjutnya dari Alice, berupa game Angel & Demons dan game pencarian value diri. Pelatihan tersebut adalah #Misi21 saya hari ini.
Saya coba jelaskan dari game pencarian value diri ya. Game ini adalah game mencari dan mempertahankan value yang sudah ada sejak lama di dalam diri. Selama kita hidup, disadari atau tidak disadari, kita selalu memegang nilai-nilai yang menurut kita benar. Nilai-nilai tersebut bahkan kadang sudah menyatu dan sangat menempel dengan hidup kita. Banyak orang yang tidak sadar akan kehadiran nilai-nilai tersebut. Maka dari itu di game ini, kami diminta mencari nilai-nilai yang ada di dalam diri kita itu.
Game ini dimulai dengan pemberian 6 kertas ke tiap peserta game, dengan masing-masing kertas berisi value yang berbeda, misal berupa kata “Integrity”. Setelah mendapatkan 6 kertas tersebut, kami diminta untuk saling bertukar value (kertas) ke tiap peserta game lainnya minimal masing-masing 1 kali. Value-value ini kita anggap sebagai nilai-nilai yang ada di diri kita, sehingga saat kita diminta value ini untuk ditukar dengan orang lain, kita akan berpikir mana value yang benar-benar mau kita pertahankan, dan mana value yang kurang cocok dengan kita dan boleh kita tukar dengan value lain. Selain itu, kita juga diberi satu kali kesempatan untuk menukarkan satu value kita dengan salah satu value dari list semua value yang ada.
Dalam proses negosiasi penukaran value ini, terkadang sulit untuk mendapatkan “deal”, karena masing-masing pihak menyukai value yang sama. Akhirnya proses negosiasi bisa berlangsung lama dan penuh dengan rayuan, haha. Kita dipaksa berpikir untuk memprioritaskan value yang kita pegang. Di akhir game, setiap orang telah memegang 6 value yang kita pikir cocok dengan kita. Tapi game tersebut belum berakhir, kita diminta membuang 3 dari 6 value tersebut, dan 3 value yang tersisa bisa dibilang adalah value-value yang melambangkan dan tertanam di dalam diri kita.
Saya mendapatkan value berupa Wisdom, Fun, dan Self Control. Cocokkah untuk saya? :)
Oks, game kedua bernama Angel & Demons. Di game ini, masing-masing orang diminta menuliskan mimpi personalnya, goal 1 tahun kedepan untuk bisa mencapai mimpi tersebut, hambatan-hambatan yang kira-kira bisa menghalangi mimpi tersebut, hingga hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Setelah itu, setiap orang diminta memilih 1 angel. Selain angel tersebut, peserta lainnya merupakan demons.
Nah, inti game ini adalah mensimulasikan adanya angel dan demons dalam diri kita yang akan selalu berselisih dan mempengaruhi kemampuan kita dalam mengejar mimpi kita. Jadi, tiap peserta akan diminta menyebutkan mimpi dan semua yang sudah ditulis sebelumnya, lalu angel dari peserta tersebut akan berdiri di belakangnya, dan peserta lainnya sebagai demons berdiri di depannya. Demons ini akan mencoba menjatuhkan mental peserta, mencoba meyakinkan peserta bahwa ga mungkin peserta bisa mencapai mimpinya. Angel ini bertugas memberi masukan positif ke peserta, namun angel tidak bisa menyampaikan hal langsung ke demons.
Game ini seru sekali, tak hanya karena ada proses penekanan mental layaknya OSPEK #eh, tapi juga karena kita bisa melihat berbagai sisi kehidupan dan prinsip-prinsip yang orang tersebut pegang. Saya jadi cukup mengerti kenapa katanya game ini bisa sampai membuat seseorang menangis. Kadang mimpi kita hanya sekedar mimpi yang tidak realistis, dan mendengar demons berbicara seakan-akan menampar diri kita dengan keras.
Hihi, penuh makna sekali ya game-game ini, semoga bermanfaat untuk kami :)