Deep Sharing Dengan Mas Uber #Misi21 #20

Saya seorang introvert, tapi bukan berarti saya tidak suka ngobrol. Saya suka ngobrol dengan orang-orang tertentu. Saya juga sebenarnya suka mendengarkan cerita orang lain. Namun memang, rasanya saya cepat lelah kalau banyak ngobrol dengan orang lain. Sering kali saya butuh waktu sendiri untuk bisa mengisi kembali energi saya.

Tadi maghrib saya datang ke acara StartupLokal. Topik-topik yang dibawakan cukup menginspirasi. Namun hari ini saya ingin menceritakan inspirasi yang datang dari orang yang tak biasa. Inspirasi yang datang dari Mas-mas Uber. Biasanya, kalau sedang menggunakan jasa transportasi online ini, saya ngobrol itu hanya untuk basa-basi saja. Malam ini beda, karena satu dan lain hal, saya tertarik untuk menggali lebih dalam tentang Mas-mas Uber yang menjadi driver saya dalam perjalanan pulang dari tempat StartupLokal ke kosan ini. Dan itulah #Misi21 saya hari ini.

Ada banyak cerita yang saya dapat dan saya anggap menarik. Akan saya coba jadikan poin-poin ya:

  1. Mas Uber ini orangnya cukup penasaran. Dia menanyakan ke saya, saya berasal darimana dan habis ngapain, lalu menanyakan juga saya kerja apa dan lulusan mana. Akhirnya, setelah saya jawab, dia pun memberi tanggapan. Dia cukup antusias saat saya bercerita kalau saya habis datang menyimak seminar tentang startup. Ternyata mas nya ini tahu loh tentang startup. Bahkan dia menyarankan saya untuk bikin startup (saat itu dia belum tahu kalau saya memang sedang membuat startup). Dia bilang, sekarang zaman akan menuju ke IT, orang-orang itu punya banyak ide, tapi ya ga semua orang bisa nerapin ide itu. Dia juga sampai memberi tahu saya ide startup, dan menyarankan saya untuk menjalankan idenya dia itu. Mau tahu ide apa yang dia sarankan? Dia menyarankan saya untuk membuat on-demand service untuk tukang cukur rambut. Ga hanya itu, dia sampai memberikan analisis-analisis tentang asumis dia di bisnis tersebut. Kata dia, ini peluang bisnis yang besar, dibandingkan orang datang ke tempat cukur, lebih baik tukang cukurnya yang datang ke orangnya. Dia sampai memberikan komentar, kalau mau membuat ini, harus cepat besar, kalau tidak nanti diambil Gojek. Gojek pasti tuh akan ngambil itu kalau ngelihat banyak yang laku. I have to admit, ide dia sebenarnya lumayan bagus :)
  2. Dia cerita bahwa dia sebenarnya lulusan Teknik Sipil. Dia kerja aslinya ngerjain proyek, tapi setelah kontraknya habis ya dia ga ada kerjaan, nunggu proyek selanjutnya. Kasiannya, dia bisa 4 bulan ditunggak bayaran proyeknya, ga sesuai dengan perjanjian awal, tapi ya mau gimana. Satu hal yang saya salut dari dia ini, dia selalu bisa dan mengangkat hal positif dari seluruh kejadian yang ia alami. Contoh, dia cerita, dia pernah ikut temennya seama 2 bulan ke luar pulau. Tadinya rencananya ikut karena katanya ada calon proyek disana. Eh, tapi ternyata gagal dapet itu proyek, akhirnya dia ga dapet penghasilan sama sekali selama 2 bulan itu, malah harus mengeluarkan uang untuk hidup. Hebatnya, Mas Uber ini bilang “Tapi saya dapet positifnya Mas, akhirnya saya waktu itu ngerasain pertama kali naik pesawat, haha. Jadi kalau saya harus ke luar pulau lagi, saya udah ga kaget”. Amazing! Dari masalah yang ia dapat, ia tetap berusaha untuk berpikir positif.
  3. Di akhir perjalanan, saya bertanya ke Mas nya. “Mas, cape ga jadi driver Uber?”, lalu ia jawab “Cape sih cape mas, tapi itu sebenarnya masalah mindset aja, masalah mental ! Semua kerjaan juga gitu, tapi kalau kita punya tujuannya, mental kita bagus, itu cape bakal ga kerasa”.

Menarik kan si Mas Uber ini? Keren. Mas nya punya prinsip. Salut untuk orang-orang seperti Mas. Saat saya turun, setelah saya membayar, si Mas berkata “Good Luck Bro Riza”, ia berusaha menyemangati saya yang sedang membangun startup ini. Terima kasih Mas, terima kasih atas pelajarannya hari ini. Semoga dimudahkan juga ya jalan dan rezeki Mas oleh Allah, aamiin :)