Catatan tentang Crypto Currency

Andrew Ryan Sinaga
Dec 10, 2017 · 8 min read

(sebuah cerita dari dunia nyata)

Disclaimer :

Essay ini sama sekali bukan sebuah saran investasi, melainkan murni perspektif pribadi.

Seluruh aksi yang terjadi setelah anda membaca essay saya sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda 😊

With that being said, let’s start.

Pendahuluan

Sekitar 5 tahun yang lalu Ayah saya bercerita dengan sumringah tentang kenaikan harga 20 kali lipat sebidang tanah di daerah Bandung Timur yang dia beli 10 tahun yang silam.

Saat dia beli harga nya Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per meter dan dia berhasil menjual ke sepasang suami istri yang akan membangun rumah pertama mereka di tanah tersebut senilai Rp 6.000.000,- (enam juta rupiah) per meter.

Saya ingat sekali Ayah saya berkata :

“Tanah itu produk investasi terbaik yang bisa dibeli manusia.

Coba lu liat return nya, pasti ngalahin semua investasi lain.

Lu itung deh, 20 kali lipat dalam 10 tahun berarti kalo di rata-rata gw dapet return 2 kali lipat TIAP TAHUN, mana ada yang bisa ngalahin itu?

Saham? Kaga.

Reksadana? Kaga.

Deposito??? Ampe lebaran kuda juga ga akan nyampe.”

Obrolan singkat itu saya jadikan sebagai pelajaran kunci tentang investasi.

Selama 5 tahun setelah kejadian itu saya percaya bahwa tanah adalah investasi terbaik yang bisa dibeli manusia.

and then suddenly comes Bitcoin.

Saat tulisan ini dibuat nilai 1 bitcoin adalah $15.500

Tepat 1 tahun yang lalu nilai nya $750.

Jadi bitcoin telah memberikan return yang sama dengan investasi tanah ayah saya, sebanyak 20 kali lipat, tapi dengan perbedaan waktu yang cukup signifikan.

19 tahun lebih cepat.

Terlepas ini adalah sebuah bubble, mainan cukong, atau pump & dump practice (as the trader like to call it) the bottom line is Bitcoin and other cryptocurrency (CRYPTO in short) is something that worth studying both as investment instrument and technological breakthrough.

So I did study on the Crypto for the past 30 days.

Dedicated 1–2 hours per day after work to learn about it and extra all nighter before I decided to invest on it.

Here’s what I learn.

Penjelasan singkat tentang Blockchain & Crypto

Jika anda membaca essay saya, yang berarti anda tertarik dengan dunia startup, kemungkinan besar anda sudah tahu bahwa ada ratusan crypto lain di luar Bitcoin.

Semua dibangun oleh tim yang berbeda, dengan protocol yang berbeda, dan juga tujuan serta use case yang berbeda-beda.

Saya akan coba untuk memberikan penjelasan singkat tentang block chain & crypto, sebelum saya masuk ke pembahasan tentang Investment Decision.

Pertama tentang blockchain technology.

Ini adalah teknologi yang menjadi fondasi dari semua crypto.

Basically blockchain adalah sebuah distributed database.

Bayangkan BUKU BESAR yang mencatat semua transaksi yang terjadi di dalam sebuah network.

Kita ambil contoh Blockchain Network.

Jika Joni mengirim 10 bitcoin kepada pacarnya, Siti, buku ini akan mencatat bahwa bitcoin Siti bertambah 10, dan bitcoin Joni berkurang 10.

Pencatatan ini membuat Joni tidak bisa mengirim 10 bitcoin YANG SAMA kepada Rachel, sang selingkuhan.

Istilah keren nya, teknologi ini membuat Joni tidak dapat melakukan Double Spending dalam Network.

Jika dia ingin mengirim 10 bitcoin kepada selingkuhan nya, maka Joni harus memiliki 10 bicoin lain untuk dikirimkan.

Lalu apa hebatnya?

Hebatnya adalah NO ONE OWN the database.

Database ini terdistribusi ke seluruh jaringan komputer member Bitcoin Network di seluruh dunia, sehingga theoretically is impossible to hack the system dan merubah catatan dalam buku besar tersebut.

So the level of security is higer than a centralized database.

This distribution thing juga menyebabkan tidak ada satu pihak pun yang bisa semena-mena mengganti kebijakan dalam network tersebut.

Hal ini tentu berbeda dengan dengan sistem saat ini di mana Bank menyimpan seluruh catatan sirkulasi keuangan nasabah di dalam sebuah centralized database dan mereka memiliki kuasa penuh untuk merubah kebijakan, let’s say kebijakan tingkat suku bunga.

Atau pemerintah yang memiliki seluruh catatan kependudukan berupa KTP, Kartu Keluarga, Akta Nikah, Akta Kematian, you name it, dan mereka memiliki kuasa penuh untuk melakukan apapun terhadap data yang mereka miliki, in worst case scenario, secretly sell it to the corporation.

A promise of Blockchain Technology adalah for the first time in human history, there is a possibility of a fully democratic, transparent, and fair society. Since everyone is accountable for what they do.

Semua yang dilakukan di dalam blockchain network akan tercatat dan dapat diakses oleh seluruh orang di dalam network tersebut.

A very utopian dream. But I think it’s doable given enough time.

Cyrpto sendiri basically adalah monetary value yang di embed (ditanam) ke dalam Blockchain Network.

So ada Bitcoin Network, ada Ethereum Network, ada Ripple Network, dan banyak lagi network lain yang memiliki crypto sendiri-sendiri sebagai medium of exchange di dalam jaringan mereka.

Anda dapat membeli servis dan produk di dalam Network dengan menggunakan crypto.

Satu contoh yang agak kocak dan menyita perhatian this past week adalah ini.

Face of the Future

Orang memakai Ether, crypto dalam Ethereum Network, untuk membeli produk berupa kucing virtual yang bisa dipelihara oleh Ethereum Network User.

The Investment

Since cara terbaik untuk belajar adalah praktek, maka saya memutuskan untuk berinvestasi di dalam crypto space.

Bukan sebagai trader yang melakukan jual beli berbagai jenis crypto di dalam exchange setiap hari, melainkan sebagai investor yang membeli, menyimpan, dan berharap terjadi kenaikan harga over time sehingga mendapat return on investment yang tinggi (*finger crossed)

Tantangan utama untuk seorang Crypto Investor adalah memilih satu dari puluhan crypto yang tersedia di pasaran.

We must pick the winner and avoid the loser.

Saya disarankan oleh Abang saya yang berinvestasi di saham untuk memakai Fundamental dan Technical Analysis dalam memutuskan crypto mana yang akan dibeli.

Dan actually banyak orang yang memakai analysis tool tersebut untuk melakukan valuasi terhadap sebuah crypto.

Bagi saya pribadi, metode ini tidak relevan, karena saham dirilis oleh perusahaan yang telah IPO, dan logika nya perusahaan yang telah berhasil IPO adalah perusahaan yang sudah mature dan stable, baik secara income maupun manajemen.

Belum lagi kalau kita berbicara tentang regulasi di pasar saham yang sangat detail dan ketat.

On the other hand, blockchain dan crypto adalah sebuah space yang masih sangat baru (dimulai 2009, mulai dikenal 2012, going mainstream 2014, booming 2017) dan diisi juga oleh para pemain-pemain baru.

Pemain block chain menciptakan network nya masing-masing dan menawarkan cypto mereka ke dalam exchange services seperti coinbase, bitcoin.co.id, etc.

Regulasi yang mengaturnya pun masih sangat minim.

This is a wild wild west space.

Anything can happen and anything goes.

Metode yang lebih tepat bagi saya adalah metode penilaian terhadap early stage startup, karena kondisi crypto saat ini lebih mirip sebuah startup, yang full of uncertainty, dibanding perusahaan yang sudah IPO.

Apa metode umum yang digunakan untuk menilai sebuah Early Stage Startup?

Based on that 5 criteria, saya memutuskan untuk berinvestasi di sebuah Crypto bernama Stellar Lumens.

I will share my thought process behind it.

1. People

2. People

3. People

Saya yakin kita semua sepakat bahwa saat anda berinvestasi di early-stage startup, You’re not betting on the product, you’re betting on the founder.

Stellar Founder adalah Jed McCaleb dan David Mazieres.

a. eDonkey2000, yang pada masa nya merupakan one of the largest file-sharing network.

b. Mt. Gox, the first bitcoin exchange, yang berhasil membawa bitcoin ke pasar mainstream. Mt. Gox dibeli oleh seorang programmer Prancis, Maret 2011.

Sang pemilik baru menulis ulang bahasa pemrograman Mt.Gox, dan 3 bulan kemudian Mt. Gox dibobol oleh hacker.

So every bad news you read about Mt. Gox happen after Jed Era.

c. Ripple. top 5 Crypto Currency in the world. enough said.

2. David Mazieres adalah seorang Computer Science Professor yang meraih Bachelor Degree di Harvard, PhD di MIT, dan saat ini mengajar di Stanford.

So basically he has achieve a Grand Slam in Computer Science.

Adding to that he leads a Secure Computer Programming Lab in Stanford, where he create a startup called Intrinsic, that backed by Andreesen Horowitz, First Round Capital, and Stanford Endowment.

3. The other founder member dari Stellar adalah Patrick Colisson, jika anda mengikuti perkembangan Startup, anda pasti familiar dengan Stripe, one of the most beloved Unicorn in the Valley, where he is the coFounder and CEO.

His net worth right now is around $4 Billion, making him one of the richest man under 30.

Yang terlibat dalam Board Member mereka termasuk :

Belum jika kita lihat Advisor List mereka :

and so on.

Is it possible all that First-Class, Rockstar Valley Persona mau terlibat dalam sebuah project yang tidak memiliki potensi untuk menjadi masif di masa depan?

4. A Great Product

Seperti saya tuliskan di essay minggu lalu, saya selalu percaya sebuah Startup harus fokus pada satu hal dulu. Dalam konteks Crypto, pada satu use-case terlebih dahulu. Mau fokus dipakai untuk apa Blockchain Network nya?

Dari observasi saya, mayoritas network yang ada menawarkan use case yang terlalu luas.

Mulai dari financial inclusion, corporate solution, government technology, and so on.

Puncak dari terlalu luasnya use case sebuah network untuk saya adalah Ethereum. With all due respect to all Ethereum believer, but i don’t think that “building a new internet” approach is a way to go .

The use case will be too broad and confusing for common people.

On the other hand, Stellar focus on one use case, that is how to move money as easily as moving email.

The problem that they try to solve is kenapa orang yang bekerja di luar negeri, sebagai tenaga kerja asing (di Indonesia dikenal dengan TKI) harus mengeluarkan remittance fee yang tinggi sekali untuk mengirim uang ke keluarga di negara asal nya?

The premise is : Why is it very expensive to be poor?

Stellar is working on a partnership with the bank, financial institution, and corporation yang beroperasi secara global untuk memudahkan transfer uang antar negara.

Sementara Western Union mengenakan biaya sebesar $10 per transaksi, Stellar will only charge around 10 cent per transaction (on the current stellar valuation). that’s 100 times cheaper than the existing solution.

Belum kalau kita bahas tentang infrastruktur sistem di Stellar yang memungkinkan untuk mengkonfirmasi sebuah transaksi dalam 3–5 detik. Ethereum takes around 20–30 seconds, while Bitcoin is taking 7–10 minutes.

The use case seems to work, since they have successfully secure a partnership with IBM to handle 60% of their overseas transaction.

One other thing is they make the Stellar Programming Language to be expressive but not full turing-complete smart contract like Ethereum.

Ini menyebabkan program yang dapat dibangun di atasnya tidak sebanyak Ethereum, tapi Stellar memiliki sekuritas jaringan yang lebih bagus, karena hacker tidak memiliki ruang yang luas untuk mengeksploitasi Stellar Network.

5. A Huge Market, if the Product Works Out

Based on Western Union Annual Report, just last year mereka handling around $80Billion worth of transaction di seluruh dunia.

That’s a huge market to aim for.

Itu baru kita bahas satu use case saja.

As the time goes by i believe the product and the network will grow, and the use case will be broaden.

All in all, FOR ME PERSONALLY, Stellar is the best choice for a blockchain network right now, so I invest in their Crypto.

Sekali lagi Essay ini sama sekali bukan tentang saran investasi, melainkan sekedar penjabaran thought process saya secara pribadi sebelum melakukan investasi di Crypto.

Harapan nya semoga teman-teman semua dapat melakukan analisa yang mendalam juga jika tertarik berinvestasi di Crypto.

Jangan berinvestasi karena terbawa hype media atau lingkungan.

And one other thing, Crypto Investment is a super duper very very very high risk investment, just like investing in a early stage Startup, you will be facing lots and lots of ups and down along the way. please keep that in mind.

Apakah Stellar will turn out to be a good investment?

Who knows? Let’s see.

I just hope I don’t have to delete this essay next year if Stellar turns out to be a total failure. hahahaha.

See you guys next week!

Andrew Ryan Sinaga

Written by

CEO @ Foodizz.id, former Operating Partner @ Pedals.id