Baper Karena Tulisan Blogger (Orang) Lain, 3 Cara Mengatasinya!

Ah… dia mah bikin baper orang doang. Masa tuh si A nulis gini… Kan jadi baper sayanya.

Pernah mengalami yang kayak gitu? Membaca tulisan blogger lain dan kemudian jadi baper. Baper alias kebawa perasaan ini muncul, kalau menurut saya ya, karena merasa yang dibaca tadi itu ‘ngena’ banget ke kita.

Jadi, kalaupun kita baper karena tulisan blogger lain, itu hanya tanda. Tanda bahwa ada sesuatu yang menarik di tulisan itu dan harus dipikirkan oleh kita. Apalagi kalau si blogger lain itu menuliskan sesuatu yang benar atau seharusnya.

Cobalah kita lihat diri sendiri kalau sudah seperti itu, apa memang sebaiknya kita “merubah diri”?

Baper karena Tulisan Blogger Lain — So?

Salah satu yang potensial baper level tinggi untuk para blogger Indonesia itu adalah tulisannya Mbak Carolina Ratri tentang Blogger Medioker. Tujuan mbak Carra (demikian biasanya dipanggil) adalah menyentil dengan tulisan.

Menyentil di sini tentunya dengan tujuan baik. Untuk interospeksi. Seperti terlihat dalam gambar di bawah ini (bagian dari tulisan).

Ini tulisannya Mbak Carra soal blogger mendioker

Nah… kalau sudah baca seluruh tulisan dan kemudian merasa tersentil, ada kemungkinan:

a. Kamu termasuk dalam bagian orang yang disebutkan dalam tulisan itu.

b. Kamu mendengar teman dekatmu tersentil dan kesal karena tulisan itu.

Kalau kamu termasuk yang b… Apakah memang teman dekatmu sudah benar atau belum? Jangan hanya karena dia teman dekat, jadi ikut baper dan kesal.

Justru… sebagai teman dekat, kamu bisa baca dan menilai. Kalau teman dekatmu itu seperti yang ditulis, ajak dia berpikir ulang dan meresapi lebih dalam #ceileh

Menanggapi Ke-Baper-an karena Tulisan Orang Lain

Kalau kamu termasuk yang a di atas, mungkin bisa menanggapi tulisan itu dengan:

Berpikir Terbuka

Apakah tulisan itu benar? Masuk akal/logika? Kalau iya, artinya kamu baper karena memang kamu melakukan itu?

Jangan batasi diri dengan kebaperan itu sendiri dan ‘membela’ diri sedemikian rupa. Karena ini hanya akan membuat dirimu sendiri yang rugi, bukan si penulis.

Open your mind, open your heart.

Dengan pikiran terbuka, kamu akan mampu mencerna semua dengan lebih baik. Jangan reaktif, seperti yang disebut dalam 7 Habits.

Analisa Diri Sendiri

Dengan pikiran terbuka, kita akan lebih mudah untuk menganalisa diri kita sendiri.

Apa memang saya seperti itu ya?

Merenung sambil analisa diri… kenapa ya, bisa baper karena tulisan blogger lain

Kalau tidak, syukurlah. Kalau iya, pikirkan lagi apa yang ingin disampaikan dalam tulisan itu.

Apa baiknya kalau kamu mengikuti saran dalam tulisan itu. Sebaliknya juga apa ruginya kalau mengikuti saran dalam tulisan itu.

Itu semua untuk diri kita sendiri kok… Saya pribadi selalu percaya, kalau selalu ada nilai baik di setiap hal, termasuk tulisan orang lain, yang bisa kita ambil untuk perbaikan diri.

Berubah atau Tidak?

Kalau sudah menganalisanya, kita bisa deh mulai menentukan, untuk diri kita, apakah perlu kita mengikuti saran itu? Perlu gak sih kita berubah?

Yang pasti, dalam hal ini, penulis yang bikin baper itu gak akan dapat apa-apa. Yang akan mendapatkan manfaat itu diri kita sendiri.

Sama halnya dengan mengikuti pelatihan (apapun itu ya…). Kalau kita tidak praktekkan sendiri, ya kita gak akan dapat apa-apa. Si trainer pun gak akan rugi kalau kita gak praktek, yang rugi ya kita sendiri juga, apalagi kalau pelatihannya berbayar.

It’s All About Yourself

Itu kenyataannya kok.

Kalau kita baper karena tulisan orang lain, ya itu karena kitanya. Bukan si penulis.

Berubah atau tidak, dengan anjuran dari tulisan orang itu pun, yang akan mendapatkan manfaat bukan si penulis. Melainkan diri kita sendiri.

Yahh… semua itu tentang dan untuk diri kita sendiri. Gak perlu kok kesel sama orang lain (yang menulis). Justru, bersyukur karena sudah diingatkan melalui tulisan itu.

Diingatkan untuk menjadi lebih baik dan siapa tahu bisa jadi tokoh sukses nantinya…

Regards,

Febriyan Lukito

Mau baca tips ngeblog, tips SEO dan lainnya terkait blogging, baca Tulisanbloggerindonesia.com aja.