#BelajarDesain
Published in

#BelajarDesain

Mengenal calon pengguna lebih dekat #2 — User Interview

Agar aku dan kamu saling mengerti satu sama lain

Ketika kita membuat sebuah desain produk, sudah pasti kita ingin desain yang kita buat dapat membantu menyelesaikan masalah User kita.

Dan, salah satu cara untuk mengetahui apa kebutuhan, masalah dan tujuan dari User kita adalah dengan cara Interview atau wawancara.

Dalam bagian dari desain proses, User Interview sendiri ada dalam tahap Empathize. Kamu bisa baca disini untuk lebih jelasnya.

Tapi, bagaimana cara melakukan User Interview yang baik? Yuk kita bahas sama-sama

The first rule of user research: never ask anyone what they want.

— Erika Hall, Just Enough Research

Ikuti instagram kami di @belajardesain.io untuk mendapatkan update #BelajarDesain terbaru dan bagaimana agar menjadi lebih baik — bagi diri sendiri, pekerjaan, ataupun orang lain.

Pahami apa yang ingin kamu ketahui

Sebelum memutuskan untuk mengadakan User Interview, ada baiknya kalian mengetahui terlebih dahulu kenapa kalian ingin mengadakan User Interview ini. Pertanyaan apa yang sebenarnya ingin kalian jawab atau mendapatkan jawaban dari sesi User Interview ini.

Maka, itu adalah Problem Statement.

Ketika kamu mengerjakan suatu projek, pastinya kalian menemukan asumsi masalah yang mungkin terjadi pada desain yang kalian kerjakan. Buatlah list dari masalah tersebut untuk nantinya di validasi pada saat sesi User Interview.

“Kenapa user membeli tiket secara online?”

“Bagaimana user berinteraksi dengan aplikasi ketika sedang membeli tiket?”

“Kenapa banyak yang membatalkan pesanannya?”

Buatlah formula pertanyaanmu

Untuk mendapatkan jawaban yang kamu butuhkan, pastikan pertanyaan yang kamu buat mampu memfasilitasi itu. Jangan sampai Effort yang sudah kalian keluarkan terbuang percuma begitu saja dikarenakan kamu tidak meluangkan waktu dengan baik untuk merencanakan pertanyaan nya.

Salah satu kesalahan umum yang terjadi ketika melakukan User Interview adalah mencoba mendapatkan jawaban yang diharapkan secepat mungkin. Saat kalian akan mengadakan User Interview, sudah pasti kalian punya pemikiran terhadap jawaban yang akan di lontarkan oleh User.

Akan tetapi, jangan biarkan intuisi itu mengganggu kalian dalam mendapatkan hasil yang netral dan tidak memihak.

Pertanyaan mempengaruhi:

“Seberapa kesalkah kamu saat transaksi tiket mu gagal?”

Contoh pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang mengarahkan User kepada satu kondisi emosi yang spesifik yaitu “Kesal” sehingga menutup kemungkinan User menceritakan emosi lain semisal “Kaget” “Takut” atau “Marah”.

Pertanyaan tidak mempengaruhi:

“Saat terakhir kali kamu memesan tiket secara online dan gagal, apa yang kamu rasakan?”

Berbeda dengan sebelumnya, pertanyaan ini membuka kemungkinan seluas-luasnya untuk User menceritakan apa yang dia rasakan ketika dalam kasus ini pesanan tiket yang User lakukan gagal.

Ketika User sudah merasa nyaman pada sesi Interview maka bisa saja dia menceritakan pengalamannya dengan lengkap walaupun pertanyaannya tidak banyak.

Akan tetapi di beberapa kasus, ada User-User yang hanya menjawab apa yang kita tanyakan saja. Ini dikarenakan personaliti orang berbeda-beda.

Untuk mengatasi sesi User Interview yang tidak produktif, maka buatlah pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dapat memberikan ruang untuk User menjawab pertanyaannya.

Pertanyaan spesifik:

“Tiket apa yang terakhir kamu beli?”

Pertanyaan terbuka:

“Ceritakan dong pengalamanmu ketika terakhir kamu membeli tiket”

Memulai User Interview

Ini saat nya kamu memulai sesi User Interview, pastikan semua pertanyaanmu sudah siap dan pastikan juga User merasa senyaman mungkin agar jawaban yang diharapkan bisa kamu dapatkan.

Memulai sesi Interview dengan pertanyaan-pertanyaan ringan akan membantumu mencairkan suasana. Pertanyaan nya tidak harus langsung menuju masalah utama, tapi bisa pertanyaan-pertanyaan ringan sehari-hari seperti:

“Menggunakan transportasi apa untuk menuju kesini?”

“Tadi macet gak?”

“Hobi kamu apa sih?”

“Seberapa sering kamu travelling?”

Seringkali terjadi User merasa takut kalau jawaban yang mereka berikan itu salah. Padahal, tidak ada benar atau salah pada sesi ini. Pastikan mereka tau kalau mereka duduk disini bukan untuk tes kemampuan tapi untuk memberikan masukan terhadap desain produk yang sedang kita buat.

Ketika melakukan User Interview, ada kalanya jawaban jujur yang diberikan oleh User terlampau “pedas” dikarenakan pengalaman buruk User tersebut terhadap produk yang kita buat.

Saat situasi ini terjadi, kontrol lah reaksi mu. Pastikan kamu tetap berada di pihak yang netral. Dan selalu ingat, kalau tujuan dari User Interview ini adalah membuat produk mu lebih baik.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan sesi User Interview adalah, kita sebagai fasilitator sering menyela pembicaraan atau memotong jawaban dari User karena jawaban yang keluar dari User tidak sesuai harapan kita.

Setelah memberikan pertanyaan, pastikan kalian langsung mendengarkan supaya User langsung bisa menjawabnya.

Kesimpulan

Seperti skill desain lainnya, menjalankan sebuah sesi User Interview adalah sebuah pembelajaran yang terus menerus. Practice make perfect adalah kata-kata yang tepat. Semakin kamu sering praktek, semakin kamu tau juga dimana kekurangan dan kelebihanmu saat melakukan User Interview.

Hari ini, kamu sudah #BelajarDesain dan menjadi lebih baik tentang Mengenal calon pengguna lebih dekat #2 — User Interview.

Ikuti instagram kami di @belajardesain.io untuk mendapatkan update #BelajarDesain terbaru dan bagaimana agar menjadi lebih baik — bagi diri sendiri, pekerjaan, ataupun orang lain.

--

--

#BelajarDesain by Better Experience Design. Artikel harian tentang panduan dasar #BelajarDesain dalam bahasa Indonesia. #BelajarDesain setiap Senin sampai Jumat.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Muhammad Raufan Yusup

Muhammad Raufan Yusup

https://www.muhraufan.com | Indonesian Product Designer based in Tokyo | Shared a bite-sized article of my personal learnings, made for self-reflection