Mari Mencoba Melakukan Usability Testing — Bagian 1 (Persiapan)

Andi sedang membuat desain aplikasi belanja online khusus tanaman organik. Ia sedang membuat lingkaran berwarna hijau, lalu menaruh icon “plus” diatasnya.

Andi memperkirakan user akan mengerti bahwa itu adalah tombol untuk menambah/menjual produk baru.

Tapi Andi belum yakin akan hal itu.

Maka dari itu sebelum desain masuk ke tahap development/coding, Andi akan melakukan usability testing terlebih dahulu untuk mencari tahu apakah design yang ia bikin sudah mudah dipahami atau belum.

Berikut adalah persiapan yang dilakukan Andi sebelum melakukan usability testing


Langkah 1 — Menentukan apa yang akan di testing

Andi ingin mencari tahu, apakah user bisa dengan mudah menambah produk. Maka dari itu, Andi akan menguji atau melakukan usability testing pada fitur “Add Product


Langkah 2—Mempersiapkan Prototipe:

Apa itu Prototipe? Prototipe adalah bentuk awal dari sebuah produk, fungsionalitasnya belum lengkap. Prototipe ini digunakan untuk mencari tahu respon dari calon pengguna.

Prototipe yang akan Andi siapkan kali ini berasal dari kumpulan screen (layar) yang telah ia buat.

Karena Andi ingin menguji fitur “Add Product”, maka prototipe yang Andi siapkan adalah Prototipe untuk hal tersebut. Anda bisa mencoba prototipe yang telah dibuat oleh Andi dibawah ini.

Dalam pembuatan prototipe ini, Andi menggunakan MarvelApp.com


Langkah 3 — Mempersiapkan Skenario

Proses usability testing bukan sebuah proses yang hanya menunjukkan design lalu bertanya kepada user “kira2 untuk menambah produk pencet mana ya?

Karena jika Andi bertanya seperti itu kepada user, maka user akan mencari elemen atau teks yang mengandung unsur tambah. Dengan bertanya seperti tadi, secara tidak langsung Andi telah memberikan petunjuk kepada user. Dan akan membuat hasil usability testing tidak valid.

Maka dari itu Andi perlu mempersiapkan skenario. Skenario disini berperan agar user terkondisikan di situasi sehari-hari — Dan agar user memahami masalah/kondisi yang sedang dihadapi.

berikut adalah skenario yang telah Andi buat.

“Anda adalah seorang penjual buah. Dan Anda akan menjual Anggur(Grape). Anda akan menjual Anggur dalam takaran kilogram. Anda akan menjual anggur dengan harga Rp 75.000/kg. Silahkan menggunakan aplikasi ini untuk menjual Anggur Anda.”

Skenario ini nantinya akan disampaikan oleh Andi kepada user sebelum melakukan usability testing. Setelah user mengerti dengan skenario yang telah diberikan oleh Andi, barulah user mencoba prototipenya.


Langkah 4 — Mencari siapa yang akan ditest

Andi menentukan siapa kira-kira yang akan menggunakan aplikasi ini.

Lalu setelah berdiskusi dengan anggota team, didapatlah kriteria pengguna aplikasi ini, kurang lebih seperti berikut:
1. Pria/Wanita
2. Berumur 23–40 tahun
3. Familiar dengan smartphone

Dengan adanya kriteria tersebut mempermudah Andi untuk mencari siapa yang akan dimintai tolong untuk mencoba prototype nya.


Persiapan telah selesai, kini Andi tinggal melakukan usability testing. Tunggu kisah Andi dalam melakukan usability testing ;)